Dijajal Presiden, LRT Jabodebek Resmi Beroperasi

Presiden Jokowi kembali menjajal LRT Jabodebek bersama penggiat seni Tanah Air dari Bekasi menuju Stasiun LRT di Dukuh Atas Jakarta
Presiden Jokowi kembali menjajal LRT Jabodebek bersama penggiat seni Tanah Air dari Bekasi menuju Stasiun LRT di Dukuh Atas Jakarta

JAKARTA – Kereta api ringan (light rail transit/LRT) terintegrasi Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) resmi beroperasi setelah dijajal Presiden Joko Widodo di Stasiun Cawang, Jakarta Timur (28/8/2023).

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya usai meresmikan LRT Jabodebek berharap masyarakat dapat meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke transportasi publik.

Bacaan Lainnya

“Kita harapkan masyarakat berbondong-bondong beralih ke LRT baik yang dari Cibubur dan sekitarnya maupun Bekasi dan sekitarnya sehingga kemacetan di jalan bisa kita hindari, dan juga polusi bisa dikurangi,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengakui tidak mudah untuk membuat masyarakat sepenuhnya meninggalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas sehari-hari. Paling tidak, ini terbukti dengan mass rapid transit (MRT) Jakarta yang target penumpangnya belum terpenuhi sejak pertama kali diresmikan pada 2019.

“Meskipun setiap hari saya lihat penuh, tetapi kapasitas yang kita inginkan setiap hari 180 ribu penumpang (belum tercapai) dan hari ini masih 80 ribu. Masih ada kapasitas yang belum penuh terisi,” tuturnya.

Dengan anggaran yang mencapai Rp32,6 triliun, LRT Jabodebek memiliki 18 stasiun dalam dua lintas pelayanan, yakni Cibubur Line dan Bekasi Line. Cibubur Line melayani perjalanan dari Stasiun Harjamukti di Depok, Jawa Barat, menuju Stasiun Dukuh Atas di Jakarta dan melintasi 12 stasiun pemberhentian dengan jarak tempuh 24,3 kilometer.

Bekasi Line melayani perjalanan dari Stasiun Jati Mulya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menuju Stasiun Dukuh Atas dan melintasi 14 stasiun pemberhentian dengan jarak tempuh 27,3 kilometer.

Kementerian Perhubungan menyebut bahwa akan menerapkan tarif promo dalam kurun waktu sebulan ke depan, yakni hanya Rp5.000 untuk jarak tempuh dekat maupun jauh.

Sementara, tanpa promo, masyarakat akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000 untuk kilometer (km) pertama, dan Rp700 untuk per km berikutnya.

Total Views: 458

Pos terkait