Lubang Hitam Terjauh “Tertangkap” Teleskop Antariksa Webb

Gugus galaksi SMACS 0723 terlihat penuh warna, dirilis oleh NASA 11 Juli 2022, menggunakan teleskop antariksa Webb. (NASA, ESA, CSA, STScI, Tim Produksi Webb ERO/Handout via REUTERS)
Gugus galaksi SMACS 0723 terlihat penuh warna, dirilis oleh NASA 11 Juli 2022, menggunakan teleskop antariksa Webb. (NASA, ESA, CSA, STScI, Tim Produksi Webb ERO/Handout via REUTERS)

Webb adalah observatorium astronomi terbesar dan terkuat yang pernah dikirim dari Bumi. Desainnya rumit, cakupannya ambisius. Dengan anggaran $10 miliar, teleskop ini juga yang paling mahal.

Mata inframerahnya akan ‘menangkap’ lubang hitam dan mencari makhluk asing. Ia menjelajahi atmosfer planet untuk mencari air dan kemungkinan petunjuk lain kehidupan.

Bacaan Lainnya

Jane Rigby, dari proyek operasi Webb, NASA, mengatakan, “Tujuannya adalah membangun teleskop yang seratus kali lebih kuat dari apa pun yang pernah kita miliki. Dari data teknik awal yang telah kami lihat sejauh ini, kami tahu bahwa kami akan bisa memenuhi persyaratan sains yang sangat menuntut. Gambar-gambar rekayasa yang kita lihat kali ini setajam gambar-gambar yang bisa diambil oleh teleskop Hubble.”

Tim astronom menemukan lubang hitam terjauh menggunakan Teleskop Webb pada 11 Juli. Tetapi rekor itu diperkirakan tidak akan bertahan lama. Sinyal dari lubang hitam ini lemah, sehingga perlu lebih banyak pengamatan.

Webb telah melihat lubang hitam lain yang tampak lebih dekat dengan Big Bang hampir 14 miliar tahun lalu, tetapi temuan itu masih dalam tinjauan, menurut peneliti utama di University of Texas di Austin. Temuan ini akan diterbitkan oleh Astrophysical Journal Letters. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 341

Pos terkait