Lubang hitam terjauh tertangkap teleskop Antariksa Webb, tetapi rekor ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Temuan terbaru ini menandai setahun sejak kumpulan gambar pertama dirilis NASA dari teleskop tersebut.
Webb merupakan teleskop terbesar dan terkuat yang pernah dikirim ke antariksa sejak akhir 2021. Cerminnya seukuran beberapa tempat parkir dan tirainya seukuran lapangan tenis.
Dengan ukuran demikian besar, teleskop itu harus dilipat dengan gaya origami supaya bisa masuk melalui ujung hidung roket Eropa, Ariane, yang siap lepas landas dari Guyana Prancis.
Setahun lalu, gambar-gambar dan hasil sains pertama teleskop itu dirilis NASA dengan suka cita. Di antara gambar-gambar itu terdapat gugus galaksi yang disebut SMACS 0723.
Hampir bertepatan dengan setahun pencapaian itu, tim astronom mengumumkan temuan baru pada 11 Juli 2023: lubang hitam yang jauh, yang ditangkap teleskop Webb.
Mencermati ulang beberapa gambar dari Teleskop Antariksa James Webb tahun ini, teleskop besar tersebut telah menangkap bintang-bintang yang memesona, gugusan galaksi, nebula di mana bintang lahir dan mati, dan gambar-gambar Saturnus, lengkap dengan cincinnya yang bersinar terang.
Di antara gambar-gambar itu terdapat Wolf–Rayet, yang dikenal sebagai bintang dengan kelap paling terang. Amber Straughn dari NASA menjelaskan tentang bintang tersebut.”Cahaya bintang itu bergerak melintasi antariksa selama kira-kira 15.000 tahun cahaya, sampai akhirnya ditangkap detektor di teleskop (Webb),” jelasnya.
Baca jurnal berita jagat lainnya: Para Astrofisikawan Klaim Saksikan Ledakan Kosmis Terbesar
Dengan Webb, tim ilmuwan berharap bisa melihat sekilas cahaya dari bintang dan galaksi pertama yang terbentuk 13,7 miliar tahun lalu, hanya 100 juta tahun dari Big Bang yang menciptakan alam semesta.
“Kami mengatakan pada musim gugur lalu, bahwa kita akan tahu bahwa teleskop ini berfungsi baik kalau kita mendapat gambar bintang yang tampak seperti bintang. Dan kini kita memilikinya. Gambar ini sebenarnya adalah paparan 2.100 detik, diambil kira-kira dua mikron. Teleskop ini didesain bekerja pada atau di atas panjang gelombang itu. Kita tidak hanya melihat bintang dan lonjakan difraksi bintang, tetapi juga bintang-bintang lain yang sangat jelas di sekitarnya,” jelas Lee Feinberg, manajer elemen teleskop optik Webb di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA.






