WASHINGTON D.C. – Melawat ke Pentagon, Panglima TNI menegaskan latihan militer ASEAN bukan latihan tempur.
Fokus pada latihan militer itu menjadi topik pembicaraan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sejumlah pejabat Amerika dalam kunjungannya ke Amerika Serikat pekan ini.
Latihan militer “ASEAN Solidarity Exercise in Natuna” disingkat ASEX-01N digagas Indonesia dalampertemuan seluruh panglima angkatan bersenjata negara-negara anggota ASEAN (ACDFM) di Bali, pada 7 Juni lalu. Latihan itu direncanakan pada 18-25 September 2023.
Pada 19 Juni lalu delegasi militer negara-negara anggota ASEAN menggelar konferensi rencana pendahuluan (initial planning conference) di Mabes TNI Jakarta. Skenario latihan, pelibatan alat utama sistem senjata (alutsista), finalisasi jadwal dan tempat latihan menjadi topik utama konferensi itu.
Meskipun belum ada satu negara pun yang secara terang-terangan menyatakan akan ikut serta dalam latihan itu, Yudo Margono kepada VOA pada Rabu (21/6/2023) malam menyampaikan keyakinannya bahwa latihan ini akan didukung semua negara anggota ASEAN.
“Setelah acara ASEAN Chief Defense Force, panglima angkatan bersenjata beberapa negara sudah langsung ketemu dan pada dasarnya semua setuju karena memang selama ini untuk sentralistik ASEAN ini belum pernah kita laksanakan. Makanya kemarin dengan ide saya untuk mari kita wujudkan sentralitas ASEAN ini dengan latihan bersama. ASEAN ini bukan pakta, yang kita laksanakan ini bukan latihan tempur,” kata Yudo Margono.
Berbicara di sela-sela jamuan makan malam di Wisma Tilden, Washington DC, Yudo Margono menambahkan latihan militer ini bukan untuk unjuk kekuatan karena akan menitikberatkan pada latihan non tempur, sehingga tidak perlu ada satu pihak pun merasa khawatir dengan latihan tersebut.
“ASEX-01N dititikberatkan pada latihan non-tempur ,seperti operasi patroli gabungan maritim, evakuasi medis, misi pencarian dan penyelamatan (SAR) dan operasi kemanusiaan dan pemberian bantuan dalam bencana,” katanya.





