Urgensi Transparansi Informasi
Pengamat hubungan internasional di Pusat Riset Politik – Badan Riset & Inovasi Nasional BRIN Pandu Prayoga menilai transparansi adalah kunci penting untuk mencegah adanya misinformasi tentang latihan militer ASEAN ini.
“Harus ada transparansi informasi pada publik bahwa latihan militer ini bukan untuk menunjukkan kekuatan ASEAN, karena sejak awal forum ASEAN ini bukan pakta pertahanan. Forum ini adalah non-blok yang mengedepankan kerja sama, dan bahwa latihan militer ini dilangsungkan demi sentralitas dan kesatuan ASEAN, juga untuk menghilangkan kejahatan trans-nasional, illegal fishing, perdagangan manusia, yang juga merupakan isu keamanan penting,” kata Pandu.
“Banyak hal yang bisa dilakukan lewat latihan militer ini, mulai dari meningkatkan kemampuan personil tentara masing-masing, bagaimana mengamankan wilayah dari kejahatan trans-nasional, memperlancar pertukaran informasi dan pengamanan laut bersama. Sejak awal ini harus disampaikan kepada publik sehingga tidak ada kecurigaan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Khairul Fahmi, pengamat militer di Institute for Security and Strategic Studies (ISESS). Ia menilai transparansi ini penting karena sejak dulu ASEAN sulit sekali menghilangkan sikap ambigu dan mengambil keputusan bersama.
“ASEAN ini sulit sekali merumuskan sikap bersama dan menepis untuk sesaat kepentingan nasional mereka masing-masing,” katanya.
Latihan militer ASEX-01N akan dilangsungkan di Batam dan wilayah perairan Natuna Selatan yang masukd alam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, juga di Sabang Mawang, Kepulauan Riau.
Lawatan ke Pentagon
Dalam pertemuannya dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Jenderal Mark A. Milley di Pentagon Rabu lalu (21/6), Yudo Margono juga membahas soal kepentingan keamanan strategis bersama, kerjasama militer kedua negara dan situasi keamanan di kawasan. Dalam keterangan persnya, Pentagon menggarisbawahi betapa “kemitraaan strategis Amerika-Indonesia merupakan hal vital untuk mempertahankan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.”
Sementara keterangan pers dari Kapuspen TNI menyatakan kedua pejabat tinggi militer itu juga membahas peluang meningkatkan profesionalitas TNI dan “kerjasama antar angkatan bersenjata untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan Laut China Selatan, khususnya wilayah regional ASEAN.”
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono juga bertemu Wakil Menteri Pertahanan Amerika Bidang Asia Pasifik dan Asia Timur Dr. Ely Ratner “untuk membahas upaya meningkatkan kualitas dan kapabilitas TNI sebagai kekuatan militer Indonesia yang modern, profesional dan tangguh.” [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





