Saudi Tolak Normalisasi dengan Israel Tanpa Solusi Dua Negara

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menghadiri konferensi pers di KTT Teluk Arab di Riyadh, Arab Saudi, 9 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Ahmed Yosri)
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menghadiri konferensi pers di KTT Teluk Arab di Riyadh, Arab Saudi, 9 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Ahmed Yosri)

Netanyahu telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk melihat Arab Saudi bergabung dalam daftar tersebut.

Dalam pembicaraan mereka yang dilakukan pada Kamis, Netanyahu dan Sullivan membahas “langkah-langkah untuk memperkokoh Perjanjian Abraham … dengan penekanan pada terobosan dengan Saudi,” kata kantor pemimpin Israel tersebut.

Bacaan Lainnya

Tepi Barat dan Jalur Gaza ditambah Yerusalem timur yang dicaplok Israel telah lama disebut-sebut sebagai dasar negara Palestina dalam solusi “dua negara” untuk konflik yang berkepanjangan itu.

Namun tujuan itu semakin sulit tercapai karena Tepi Barat yang diduduki Israel terfragmentasi oleh permukiman-permukiman Yahudi.

Netanyahu berencana untuk mengupayakan kebijakan perluasan permukiman yang meningkat di Tepi Barat, dengan partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks dalam koalisinya yang menganjurkan aneksasi beberapa wilayah. [VOA]

Total Views: 407

Pos terkait