Olahraga Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa

Game online yang disajikan dengan nuansa kekerasan dan kekejaman berupa: “perang-perangan, pukul-pukulan, tembak-tembaan” dan sejenisnya, menjadi inspirasi dalam kehidupan anak-anak.

Kekerasan, kekejaman, kejahatan, dan sejenisnya yang dilakukan melalui game online sedikit-demi sedikit akan terpatri dalam pikiran anak, sehingga hal-hal yang luar biasa, jauh dari nilai-nilai karakter bangsa mulai bergeser dan dianggap biasa, “bukan dianggap perilaku buruk yang melanggar nilai-nilai karakter bangsa”.

Menciptakan manusia yang berkarakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, ia harus di didik dari semenjak kecil dan karakter tidak dapat diajarkan seperti kita mengajarkan suatu teknik permainan olahraga.

Karakter merupakan suatu gambaran kepribadian seseorang dalam memahami, peduli, dabertindak atas nilai-nilai etika atau moral.

Kebiasaan berpikir dan berbuat yang membantu orang hidup dan bekerja bersama-sama sebagai keluarga, teman, tetangga, kelompok,masyarakat, dan bangsa. Salah satu modal untuk membangun karakter bangsa dapat melalui pendidikan jasmani dan olahraga.

Pengembangan karakter dilakukan melalui tiga tahap pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting), dan kebiasaan (habit). Keberadaan karakter tidak terbatas pada pengetahuan saja.

Seseorang yang memiliki pengetahuan kebaikan belum tentu mampu bertindak sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh, jika tidak terlatih (menjadi kebiasaan) untuk melakukan kebaikan tersebut.

Total Views: 344

Pos terkait