Menyikapi adanya limbah itu, Murhalim menyebut pihaknya telah berkoordinasi bersama Camat Tebing dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karimun.
Pasalnya, pihaknya juga mendapatkan keluhan dari nelayan yang mengaku dirugikan akibat adanya limbah tisu tersebut.
“Nelayan mengeluh karena saat melaut jaring mereka penuh dengan tisu,” katanya.
Keluhan terhadap aktivitas nelayan saat melaut itu dibenarkan oleh Wakil Ketua IV Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karimun, Raja Khairudin.
“Kami mendapat laporan dari nelayan bahwa aktivitas mereka terganggu dengan adanya limbah tisu ini yang berujung berdampak terhadap pendapatan nelayan,” katanya.





