Rezasyah mencontohkan dalam aspek keamanan, ada hal-hal yang belum dikembangkan bersama antara Indonesia dengan Australia. Indonesia bisa belajar dari Australia mengenai pembuatan buku putih, kajian strategis, penyetaraan program pendidikan dan pelatihan di lingkungan pertahanan dan TNI.
Menurut dia, Indonesia harus meningkatkan koordinasi dan kerja sama intelijen dengan Australia karena tidak ada jaminan ancaman terorisme akan berakhir. Indonesia juga harus memiliki deskripsi dan spesifikasi tugas di tingkat melanjutkan kerja sama intelijen dengan Australia.
Jokowi, lanjut Rezasyah, perlu membahas kebutuhan Indonesia mengenai diversifikasi alat utama sistem pertahanan dalam pertemuan dengan Albanese. Sebab ketergantungan pada negara tertentu akan berdampak pada pasokan. Artinya, Indonesia dapat membeli perlengkapan sistem pertahanan dari negara mana saja.
Peran Indonesia, tambahnya, sangat penting bagi Australia. Dia menyebutkan Indonesia merupakan paspor Australia untuk menjadi mitra ASEAN. Indonesia juga menjadi pintu masuk Australia ke APEC (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik). [voaindonesia.com]
Baca juga: Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia






