Polda Kepri gagalkan penyelundupan 30,8 kilogram sabu ke Batam

Batam (Jurnal) – Direktorat Polairud Polda Kepri menggagalkan penyelundupan sebanyak 30,8 kg Narkotika jenis sabu dari Malaysia tujuan Batam yang melibatkan jaringan narkoba internasional.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga dalam keterangan pers di Mapolda Kepri, Senin (26/8) mengatakan, pengungkapan tindak pidana narkotika tersebut dilakukan pada Jumat (23/8) sekitara pukul 06.00 wib.

Penyidik Ditpolairud Polda Kepri, kata dia, saat itu melakukan patroli perairan perbatasan antisipasi masuknya narkoba ke wilayah Batam. Sekitar pukul 08.45 WIB, dijumpai satu unit speed boat dengan membawa penumpang 2 orang dan dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa speed boat tersebut berlayar dari OPL (Out Port Limit) tujuan Batam.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan barang-barang milik 2 (dua) orang dengan inisial I S dan S Y, dan ditemukan serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus plastik warna kuning emas merk Guanyinwang sebanyak 30 (tiga puluh) bungkus dan disimpan didalam 4 buah ember oli,” ujar Erlangga didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta dan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP C.P. Sinaga.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka, kata dia, yaitu berangkat menuju Johor Malaysia menggunakan jalur resmi dan menginap selama satu hari.

Keesokan harinya mereka menemui seseorang dengan inisial A P, berstatus DPO, dan P T juga DPO warga Malaysia di wilayah pantai Sungai Rengit Malaysia yang sudah mempersiapkan kapal speed boat berisi barang berupa empat ember oli atau gemuk yang isinya diganti dengan sabu.

Setelah itu I S dan S Y berangkat menuju salah satu kapal tanker didaerah OPL, cara yang dilakukan merupakan kamuflase dari para pelaku yaitu seolah-olah mereka adalah sebagai salah satu teknisi di kapal tersebut.

Selanjutnya Penyidik Ditpolairud bersama dengan Dit Resnarkoba Polda Kepri melakukan pengembangan kasus berupa control delivery dan berhasil mengamankan tersangka lain dengan inisial P T alias D yang sedang berada di pantai Bengkong untuk menunggu sabu tersebut datang lalu akan dibawa ke salah satu ruko di wilayah Botania, Nongsa Batam dengan menggunakan mobil Lancer warna merah.

Pengembangan berlanjut mengarah ke tempat penampungan barang tersebut di wilayah Botania dan berhasil mengamankan tersangka berinisial N S yang bekerja sebagai karyawan tokoh milik A P (DPO).

“Peran N S sendiri adalah penerima barang dan menaruhnya di mobil Innova Hitam. Dan dari keterangan para pelaku mereka telah melakukan pekerjaan pengiriman sabu dari malaysia sebanyak 5 kali mulai dari awal tahun 2019. Dengan menerima upah sebesar Rp15 juta,” tuturnya.

Tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 4 orang, I S (43 tahun) dan S Y (34 tahun) yang berperan sebagai pengambil barang dr Malaysia, P T alias D (30 tahun) berperan sebagai pengambil barang dari I S dan S Y di wilayah Bengkong Batam, N S (33 tahun) berperan sebagai penerima barang dari saudara P T alias D di Ruko Botania 1 Nongsa.

Barang Bukti adalah 30 bungkus plastik warna kuning emas merk Guanyinwang berisikan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat 30.837 gram atau 30.8 kg. Empa buah ember merk Duckhams, 1 unit pompa air merk shimizu, 2 paspor, baju wearpack warna merah dan biru, 4 unit handphone dan 2 mobil yaitu Innova hitam dan Lancer merah.

Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun. (red/siaran pers)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *