Hanya saja, amanat tersebut hingga saat ini belum bisa terealisasi.
“Tugas kita adalah mendorong percepatan FTZ menyeluruh khusus di wilayah BP Bintan (termasuk Tanjungpinang) dan BP Karimun yang saat ini masih terbatas,” Ujar Ansar saat rapat bersama BP Karimun, Senin (14/2/2022).
Ansar menjelaskan bahwa terealisasinya FTZ menyeluruh nantinya tidak hanya berdampak positif bagi pelaku investasi.
Pasalnya, kata dia, perekonomian masyarakat juga akan meningkat dengan adanya kawasan khusus tersebut.
“Fasilitas FTZ tidak hanya dapat dinikmati oleh pelaku investasi namun juga oleh masyarakat setempat. Ketidakpastian hukum para investor juga akan tereliminasi nantinya” jelasnya.






