42 Orang di Karimun Terjangkit DBD di Awal Januari 2022, 1 Meninggal Dunia

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi (foto: yra)
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi (foto: yogi)

“Jika masyarakat menemukan gejala- gejala DBD maka segera bawa ke rumah sakit, jangan sampai terlambat” kata Rachmadi.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya juga melakukan upaya-upaya pencegahan di tengah masyarakat, salah satunya dengan melakukan fogging atau pengasapan pembunuh nyamuk .

Bacaan Lainnya

“Tidak bisa sembarangan, fogging hanya dapat kami lakukan secara fokus. Artinya, hanya radius 200 meter di kawasan tempat tinggal pasien DBD,” katanya.

Tak hanya fogging, kata Rachmadi, pihaknya juga sedang berupaya menganggarkan pengadaan Abate dan bubuk larvasida untuk masyarakat.

“Tahun lalu kami tidak memiliki anggaran dan hanya mendapatkan bantuan bubuk Larvasida dari Pemprov Kepri. Saat ini, anjuran pemerintah memang menggunakan itu, tetapi masyarakat belum familiar, sehingga kami anggarkan untuk pengadaan Abate,” ujar Rachmadi.

Diketahui, Kecamatan Karimun mencatat kasus DBD terbanyak dengan 14 kasus DBD.

Kemudian, disusul Kecamatan Meral dengan 13 kasus, Kecamatan Tebing 9 kasus, Kecamatan Kundur Utara 3 Kasus, dan Kecamatan Kundur, Kundur Barat dan Moro masing- masing 1 kasus. (yra)

Baca juga: BBM Pertalite Kosong, Ini Penjelasan SPBU Poros Karimun)

Total Views: 207

Pos terkait