Karimun, JurnalTerkini.id – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau terjadi di awal tahun 2022.
Lonjakan bahkan terjadi cukup siginifikan, dimana muncul sebanyak 42 kasus DBD hanya dalam dua pekan dan telah menelan 1 korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, lonjakan kasus DBD tersebu sebelumnya juga terjadi di awal tahun 2021 lalu.
“Terjadi lonjakan kasus DBD di Karimun tetapi masih rata- rata air. Artinya, setiap awal tahun peningkatan kasus cukup tinggi sama seperti tahun lalu,” kata Rachmadi, Rabu (19/1/2022).
Rachmadi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan 3 M dalam rangka mencegah penyebaran kasus DBD.
Adapun langkah 3 M itu itu, ialah pertama warga diminta untuk selalu menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi.
Kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain.
Ketiga, mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
“Langkah 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur ini sangat penting dan masih ampuh untuk mencegah DBD, cara ini yang kita terus sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rachmadi juga meminta masyarakat untuk dapat selalu waspada dengan melakukan pemeriksaan dini apabila menemukan gejala- gejala DBD pada keluarga khususnya anak.






