Ratusan Pencaker Lapor Polisi, Jadi Korban Loker Palsu PT Saipem

Selain Asep Supendi, kata dia, para korban juga melaporkan dua orang wanita yakni Nety dan Siti yang berperan sebagai perekrut atau yang menyebarkan informasi lowongan kerja tersebut.

Adapun cara yang dilakukan oleh kedua wanita tersebut adalah menyebarkan sebuah pesan berantai melalui media sosial WhatsApp yang menyebutkan adanya info lowongan kerja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard yang membutuhkan 700 orang dengan melengkapi sejumlah syarat sebelum tanggal 2 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

“Nety dan Siti juga kita laporkan karena mereka meminta uang sekitar Rp200 ribu kepada korban, mereka mengaku uang yang diminta itu sebagai upah lelah,” kata Wahyu.

Wahyu menyebutkan, para korban sudah melampirkan barang bukti berupa sejumlah kwitansi dari terduga pelaku kepada pihak kepolisian.

Dengan begitu, ia berharap pihak kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Karimun dapat segera menindaklanjuti laporan dugaan penipuan lowongan kerja tersebut.

“Kami berharap polisi bisa segera tindaklanjuti dan kami juga mempersiapkan rekapan daftar korban penipuan beserta kerugiannya, kami ingin kerugian bisa dikembalikan namun proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan,” ujar Wahyu. (YRA)

Total Views: 364

Pos terkait