Kepri Masih Jadi Jalur “Seksi” Penyelundupan Narkoba

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkotika sindikat Internasional, China, Malaysia dan Indonesia di Batam, Kepri pada 5 September 2021 lalu ( Humas DJBC Kepri)
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkotika sindikat Internasional, China, Malaysia dan Indonesia di Batam, Kepri pada 5 September 2021 lalu ( Humas DJBC Kepri)

Pelaku Penyelundupan NPP Kerap Memanfaatkan Nelayan dalam Aksinya

Berada di tapal batas Indonesia – Singapura – Malaysia dan 96 persen wilayahnya merupakan lautan, membuat Provinsi Kepri memiliki potensi perikanan yang sangat melimpah.

Hal tersebut membuat masyarakat di provinsi yang dikenal dengan julukan ‘Bumi Segantang Lada’ ini banyak yang berprofesi sebagai nelayan.

Bacaan Lainnya

Namun, kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh pelaku penyelundupan NPP untuk memanfaatkan nelayan untuk memuluskan aksinya.

Dari sejumlah pengungkapan kasus NNP oleh aparat penegak hukum, oknum nelayan yang terlibat biasanya sebagai nahkoda atau tekong kapal untuk membawa barang haram tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse dan Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Karimun, AKP Elwin Kristanto.

“Oknum nelayan ini sebagai tekong kapal pembawa barang selundupan, dimana modusnya mereka akan diupah oleh pemesanannya yang sudah menunggu diseberang,” ujar AKP Elwin saat dikonfirmasi, Kamis (29/9/2021).

Ia menjelaskan, sulitnya mendapat tekong kapal menjadi alasan pelaku atau bandar narkoba memperkerjakan oknum nelayan tersebut.

“Karena, bandar narkoba saat ini sulit dalam hal tekong kapal yang dipercaya karena sering terjadi tekong kapal ini justru mencuri sehingga narkoba tidak sampai ke tujuan atau ditukar,” jelas Elwin.

Lebih lanjut, kata dia, faktor penyebab nelayan ikut terlibat dalam penyelundupan narkotika, salah satunya ialah faktor ekonomi.

“Umumnya dari pengakuan nelayan yang diamankan, mereka melakukannya karena faktor ekonomi. Mengingat, upah yang diberikan oleh pelaku atau bandar sangat menjanjikan,” kata Elwin.

Pelaku Penyelundupan NPP Bertopeng Nelayan

Sementara itu, Ketua Nelayan Kelurahan Teluk Uma, Zulnaidi ketika dikonfirmasi tidak menampik adanya oknum nelayan yang terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Namun, ia mengungkapkan bahwa juga kerap terjadi pelaku penyelundupan yang dalam aksinya ternyata mengaku-ngaku sebagai nelayan kepada aparat.

“Kebanyakan topeng saja, mereka sering mengatasnamakan nelayan dengan menggunakan kapal nelayan dan berpura-pura sedang menjaring atau memancing untuk menghindari aparat,” ungkap Zulnaidi ketika dikonfirmasi, Sabtu (30/9/2021).

Pria yang sudah puluhan tahun berprofesi sebagai nelayan ini, menjelaskan bahwa terdapat cara untuk membedakan antara nelayan dengan pelaku penyelundup yang mengaku sebagai nelayan.

“Memang kalau dilihat mereka persis seperti nelayan, ada lampu, jaring dan alat tangkap. Namun, ada yang membedakan yakni mesin kapalnya yang besar karena nelayan yang sebenarnya ingin menjaring tentu mesinnya cukup mesin tempel tunggal atau ganda 15 PK saja,” jelasnya.

Zulnaidi menegaskan, bahwa nelayan di Kabupaten Karimun sangat berkomitmen untuk membantu aparat penegak hukum dalam pemberantasan barang haram tersebut.

“Nelayan sangat berkomitmen untuk membantu aparat dalam memberantas narkoba, kami selalu menghubungi aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di laut,” ucapnya.

Total Views: 1098

Pos terkait