Kepri Masih Jadi Jalur “Seksi” Penyelundupan Narkoba

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkotika sindikat Internasional, China, Malaysia dan Indonesia di Batam, Kepri pada 5 September 2021 lalu ( Humas DJBC Kepri)
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkotika sindikat Internasional, China, Malaysia dan Indonesia di Batam, Kepri pada 5 September 2021 lalu ( Humas DJBC Kepri)

Pelaku Penyelundupan NPP Selangkah Lebih Maju dari Aparat

Maraknya penyelundupan NPP dari luar negeri diketahui juga dibarengi dengan banyaknya modus-modus operasi baru dari para pelaku.

Dimana, para pelaku penyelundupan dalam melakukan aksinya selama ini terkesan ‘lebih maju selangkah’ dari aparat penegak hukum. Khususnya, di perairan Kabupaten Karimun.

Bacaan Lainnya

“Mereka selangkah lebih maju, artinya selalu ada modus-modus baru untuk mengelabui petugas karena pelaku kejahatan pasti akan mempelajari tindakan tindakan petugas sebelumnya,” kata Pejabat Fungsional Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) TMP B Tanjungbalai Karimun, Indra Gunawan ketika dikonfirmasi, Rabu (28/9/2021).

Adapun modus-modus yang digunakan oleh pelaku, kata Indra, diantaranya adalah menggunakan pancung atau perahu kecil dengan mesin tempel tanpa penerangan lampu, kemudian melakukan ship to ship, melempar barang ke laut dan juga berpura- pura sebagai nelayan atau pemancing.

Ia menambahkan bahwa maraknya penyeludupan narkotika dari jaringan internasional itu, tidak terlepas dari letak geografis Karimun dan banyaknya pengguna narkoba yang ada.

Contoh narkoba jaringan internasional sering kali membungkus barang haram tersebut dengan kemasan teh cina.
Contoh modus jaringan narkoba internasional sering kali membungkus barang haram tersebut dengan kemasan teh cina.

Tidak hanya letak geografis, keterbatasan sarana dan prasarana aparat juga menjadi kendala tersendiri dalam segi pengawasannya.

“Secara dekat letak geografisnya dengan secara umum penyelundup pasti cari sisi ekonomis dan yang paling mudah. Terlebih, pengawasan di laut itu sulit tidak seperti di darat karena keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia aparat penegak hukum. Namun, aparat sudah pasti terus melakukan upaya-upaya pemberantasan yang semaksimal mungkin,” ucap Indra Gunawan.

Selain itu, kata dia, maraknya penyelundupan ini juga dipicu oleh banyaknya garis pantai, pesisir, pelabuhan masyarakat atau pelantar di Kabupaten Karimun.

“Artinya, dimana-mana bisa masuk,” kata Indra Gunawan.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat penegakan hukum sangat serius untuk memberantas peredaran NNP di wilayahnya.

Bea Cukai Karimun dan Polres Karimun pada 2020 yang lalu menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan 4 kg sabu jaringan internasional.
Bea Cukai Karimun dan Polres Karimun pada 2020 yang lalu menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan 4 kg sabu jaringan internasional.

“Kita selalu berkoordinasi dan bersama-sama berkomitmen dalam memberantas peredaran barang haram ini dan tentunya pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada upaya-upaya yang dilakukan oleh aparat terkait,” ucap orang nomor satu di Karimun tersebut, Jum’at (1/10/2021)

Total Views: 1096

Pos terkait