Harun Al Rasyid (Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi):
“Orang tersebut harus memiliki jiwa pemimpin, karena memimpin seluruh birokrat dan menjadi contoh yang baik sebagai pelayan publik”.
Obing Fachrudin (Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri/ KADIN Kabupaten Bekasi):
“Kabupaten Bekasi ini kan dipimpin oleh Pak Eka sendiri, maka seorang Sekda harus orang yang mampu bekerja ekstra dan sejalan dengan bupati”.
Faisal Hafan Farid (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat):
“Peran sekda yang sangat penting karna dia adalah MixMaker yg memadukan semua perencanaan mengomandoi asn agar dapat melaksanakannya dan mengevaluasi apakah sesuai dengan visi Bupati”.
H. Daris, S.H (Politisi):
“Siapapun sekdanya, siapapun kepala dinasnya, ITU HANYA PERANGKAT. Masalah bukan ada di perangkat nya”.
H. Zaini Saidi (Pengusaha):
“Kapasitas dan integritas serta loyaliatas lah yang utama karena Sekda itu kerja 24 jam asal jangan kepentingan politik yang didahulukan Sekda, Kabupaten Bekasi butuh orang yang bisa mengayomi dan bisa menjadi contoh bagi para bawahannya”.
H. Zakaria (Penggagas Pembangunan Bekasi Utara):
“Sekda Kabupaten Bekasi ke depan diharapkan yang dapat bersinergi antara daeŕah dan pusat untuk tercapainya pembangunan skala nasional agar tujuan keadilan merata dapat terwujud🙏”.
Anwar Sholeh (Ketua L-KPK Kabupaten Bekasi):
“Kabupaten Bekasi membutuhkan sosok Sekda yang tidak pernah ada masalah secara hukum dan bukan figur orang yang suka menjualbelikam jabatan kepada ASN dan atau menjual nama Bekasi untuk kepentingan pribadi, kelompok dan golongannya. Bekasi perlu sosok yang amanah dan berpengalaman”.
Ergat Bustomy, Ketua Umum KOMPI (Komite Masyarakat Peduli Indonesia):
“Sekretaris Daerah adalah pemegang jabatan karier tertinggi bagi pegawai negeri sipil di daerah dan sekaligus sebagai pembina kepegawaian daerah. Oleh karena itu, seorang sekretaris daerah harus memiliki kepribadian, integritas, moralitas dan disiplin yang baik serta kompetensi manajerial maupun teknis pemerintahan. Dia harus memahami situasi daerah, artinya disamping sebagai ASN, Sekda juga harus memahami situasi dan kondisi lokal (local wisdem). Karena kalau ini tidak difahami maka sering terjadi ketidaksinkronan atau tidak sejalan dengan masyarakat daerah itu sendiri”.
Ano Susanto, S.T (Ketua Esa Asa Kita):
“Peran Sekda sebagai pejabat yang berwenang dan menjadi leading administrasi pemerintahan, harus menjadi motor penggerak bagi ASN untuk memiliki tiga aspek. Yakni, kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga mampu mendorong percepatan kesejahteraan rakyat”.





