Sehingga, kata dia, jika perusahaan tidak menjalankan kesepakatan bersama itu. Ia meminta agar perusahaan tersebut jangan berinvestasi di Karimun karena bisa memicu gejolak di tengah masyarakat.
“Kami bertanggung jawab terhadap hal ini, bahwa kami sudah melakukan MoU atau kesepakatan bersama dengan 15 perusahaan yang berada di kawasan perdagangan bebas, dimana apabila mereka investasi di Kabupaten Karimun mereka harus menyerap 70 persen tenaga kerja lokal, dan apabila mereka bermain, mereka tidak mengindahkan apa yang sudah kita lakukan agreement ini, saya katakan lebih baik tidak usah berusaha di Karimun. Daripada nanti kan menimbulkan gejolak,” kata Rafiq menjawab.
“Kemudian saya katakan lagi, apabila ini sudah dibuka ternyata kita begitu sulit dan kita lihat ada permainan-permainan yang dilakukan pihak perusahaan sehingga anak tempatan tidak bisa masuk dan bekerja, Maka, kami siap sebagai pemerintah daerah untuk menjembatani antara pekerja dan perusahan dan pada akhirnya kalau mereka tidak mau silahkan demo. Demo dalam arti kata demo yang tidak anarkis, demo yang digerakkan untuk menuntut hak-hak mereka sebagai warga,” tambahnya.
Jawaban tersebut kemudian ditanggapi oleh calon Bupati nomor urut dua Iskandarsyah.
Menurutnya, pernyataan tersebut bisa membahayakan terhadap keamanan daerah. Terlebih Karimun merupakan daerah investasi.
“Menurut kami pernyataan ini sangat membahayakan bagi potensi keamanan daerah, karena kita tahu bahwa Karimun adalah daerah investasi, banyak investor yang akan masuk ke daerah kita dan saya yakin ini bukan pernyataan orang yang tidak berpengalaman di dalam pemerintahan,” ungkapnya.
Sambungnya, salah satu daya dorong terkait pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Sehingga, investasi harus dijaga dengan baik.
“Kita tahu APBD Karimun itu tidak mencukupi dan salah satu daya dorong terkait dengan pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Untuk itu kita jaga investasi kita walau pun tidak harus mengabaikan anak-anak tempatan yang dimana kita juga siapkan skill-skill mereka, jangan langsung bilang demo itu menakuti investor,” katanya.
Mendengar tanggapan itu, Aunur Rafiq memberi jawaban menohok kepada Iskandarsyah.
Menurutnya, terjadi kebimbangan dan kekhawatiran oleh politisi PKS itu bahwa demo akan mengganggu investasi di Karimun.
Namun, kata Rafiq, kebimbangan dan kekhawatiran itu terjadi karena sang rival belum pernah melaksanakan tugas sebagai seorang kepala daerah.
“Saudara tidak melaksanakan tugas sebagai seorang kepala daerah. Kami adalah petahana yang dapat melihat bahwa investasi di Karimun berjalan baik dan kondusif. Bahkan, hingga sekarang sudah kurang lebih Rp22 triliun yang masuk di Karimun dan tentu menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik,” jelas Rafiq tegas.
Baca juga: Debat Putaran Kedua, Arah Pertanyakan Konsistensi Visi Misi Bersinar





