Menurut Endang, seluruh calon haji dalam kondisi sehat dan telah mengikuti tahapan pelatihan manasik maupun pemeriksaan kesehatan.
Dia berharap Jemaah Calon Haji tersebut bisa berangkat semua pada tahun depan.
Dia juga belum dapat memastikan berapa kuota haji untuk Kabupaten Karimun pada tahun depan. Sementara, JCH yang batal berangkat pada 2020 cukup banyak sehingga pihaknya harus menunggu keputusan pemerintah pusat.
Pemerintah Arab Saudi, kata dia, telah membuka kuota untuk umrah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hanya saja, kata dia lagi, di Karimun belum ada biro perjalanan yang memberangkatkan jamaah umrah, sementara biaya umrah cukup mahal berkisar Rp35 sampai Rp40 juta.
“Jika ada jemaah yang positif Covid-19, maka biaya perawatannya ditanggung sendiri,” katanya.(rdi)
Baca juga: Umroh Dibuka Lagi, Jamaah Karimun Pilih Tunda Keberangkatan Ini Penyebabnya




