
“Kemudian juga bapak Topik dan Sugiarto dari Kecamatan Moro yang telah sukses terlebih dahulu dalam membudidayakan kepiting yang akan membagikan pengalaman serta kiat-kiat dalam usaha mengembangkan budidaya kepiting,” jelas Robertus.
Dalam kesempatan tersebut, Robertus menyampaikan bahwa perusahaan PT Timah akan senantiasa memperhatikan nelayan di sekitar wilayah operasionalnya.
“Salah satunya dengan memberikan bekal pengetahuan dan pelatihan seperti sekarang ini, dengan harapan para nelayan akan mendapatkan nilai lebih atau pendapatan tambahan selain hasil dari melaut,” kata Robertus.
Apalagi menurutnya bahwa budidaya kepiting mungkin tidak semudah yang diperkirakan.
“Budidaya kepiting mungkin tidak semudah yang diucapkan akan tetapi saya yakin akan kemampuan dari bapak bapak disini. Perusahaan akan tetap melakukan pendampingan serta tetap dimonitor oleh UPTD Dinas perikanan, jadi apabila terjadi kendala dapat disampaikan kepada tim penyuluh,” ujar Robertus.
Selain itu para peserta juga diajak praktek langsung ke lokasi percontohan budidaya kepiting di Pantai Tuah, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat. (yra)
Baca juga: Kolong Bebek, inovasi wisata Kundur Barat di danau bekas galian timah






