Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, saat Rakerprov Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (4/4/26)./Dok. Humas Pemprov.
Semarang, jurnalterkini.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII tahun 2026. Ajang olahraga ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung prestasi atlet, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah, terutama di kawasan Semarang Raya sebagai tuan rumah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan Porprov harus dimaknai lebih luas sebagai momentum ekonomi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. “Porprov ini harus bisa merangkul UMKM, pengusaha, hingga pedagang lokal. Karena olahraga tidak mungkin tanpa penonton atau tim hore, sehingga ada perputaran ekonomi yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya di sela Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jateng di Semarang, Sabtu (4/4).
Menurut dia, kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan penonton akan menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari sektor kuliner, transportasi, hingga akomodasi. Dengan demikian, Porprov diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
Terkait efisiensi anggaran, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu memastikan pembiayaan ajang tersebut telah dirancang sejak 2024. Sumber pendanaan berasal dari APBD serta dukungan pihak lain, sehingga tinggal dioptimalkan sesuai kebutuhan pelaksanaan. “Keuangan sudah dibahas sejak 2024, baik dari APBD maupun sumber lain. Tinggal dimaksimalkan sesuai kesepakatan yang ada,” kata dia.
Dalam forum yang sama, ia juga mendorong pengurus cabang olahraga serta KONI kabupaten/kota untuk mempersiapkan atlet secara matang. Porprov 2026, kata dia, harus menjadi batu loncatan menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa Rakerprov kali ini membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan. Mulai dari penentuan jadwal, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, hingga pembagian kelas pertandingan.
Selain fokus pada pelaksanaan 2026, forum tersebut juga mulai menjaring calon tuan rumah Porprov 2030. Dua wilayah yang telah menyatakan kesiapan adalah Karesidenan Kedu dan Pekalongan.
Adapun untuk Porprov 2026, kawasan Semarang Raya—yang meliputi Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak—dinilai telah menunjukkan kesiapan cukup matang. Kesiapan tersebut mencakup ketersediaan venue hingga pembagian peran antar daerah.
“Hari ini kita deklarasikan kesiapan sekaligus memastikan timeline pelaksanaan,” ujar Sudjarwanto.(PH)





