Taj Yasin Tegaskan Evaluasi Total Program MBG di Jateng

Semarang, jurnalterkini.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperketat standar operasional prosedur (SOP). Pengetatan diminta mencakup seluruh tahapan, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Bacaan Lainnya

Permintaan itu disampaikan menyusul temuan 349 roti berjamur dalam paket menu MBG yang dikirim ke SMP Negeri 5 Blora pada Selasa, 24 Februari 2026. Pihak sekolah memutuskan tidak membagikan roti tersebut kepada siswa dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia.

“Saya berharap SPPG-SPPG untuk diedukasi betul,” kata Taj Yasin di Semarang, Rabu, 25 Februari 2026. Ia juga menjabat Ketua Kelompok Kerja Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jawa Tengah.

Menurut dia, setiap kelalaian dalam penyediaan menu akan ditindak melalui mekanisme audit hingga pemberian sanksi tegas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, telah membentuk satuan tugas dan menugaskan petugas khusus guna memastikan kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga.

Taj Yasin menegaskan, pelanggaran serius terhadap standar operasional dapat berujung pada audit menyeluruh hingga penutupan SPPG yang terbukti melanggar ketentuan.

Selain menyoroti aspek pengawasan, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu juga mengimbau penyesuaian pola distribusi MBG selama Ramadan. Ia mengaku menerima masukan dari sejumlah tokoh agama agar mekanisme pembagian makanan disesuaikan untuk menghormati peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kejadian di Blora menjadi bahan evaluasi. Pengawasan distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG akan diperkuat guna mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.(PH)

Total Views: 334

Pos terkait