Polres Semarang Tegaskan Remaja Tewas di Getasan Akibat Kecelakaan, Bukan Perang Sarung

Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Polres Semarang menegaskan bahwa meninggalnya seorang remaja di Kecamatan Getasan bukan akibat perang sarung, melainkan kecelakaan lalu lintas tunggal.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026, di jalur Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Korban berinisial KW, 13 tahun, warga Desa Tajuk, mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor bersama dua rekannya.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan klarifikasi itu pada Rabu, 25 Februari 2026, usai memantau latihan Dalmas.

“Kami awalnya menerima informasi dari masyarakat yang menolong korban kecelakaan. Bersama Polsek Getasan, korban dibawa ke rumah sakit dan sempat mendapat penanganan medis. Namun karena mengalami gagal napas, korban meninggal dunia,” ujar Ratna.

Menurut keterangan Unit Gakkum Satlantas, korban mengendarai Honda BEAT bernomor polisi AB 2895 AG bersama dua rekannya. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya sempat berniat menghampiri kelompok lain untuk perang sarung.

Namun, setelah melihat jumlah kelompok tersebut lebih banyak, mereka memutuskan berbalik arah.

Dalam kondisi jalan gelap dan lampu kendaraan tidak dinyalakan, motor yang dikendarai korban melaju lurus pada jalur yang sebenarnya menikung ke kiri. Kendaraan kemudian menabrak pohon di sisi jalan.

Polisi juga mengamankan satu buah sarung dari lokasi kejadian. Namun, sarung tersebut masih dalam keadaan lurus dan tidak diikat maupun diisi benda apa pun.

“Kami tegaskan, ini murni kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan akibat bentrokan atau perang sarung,” kata Ratna.(Jk_Zed./PH)

Total Views: 290

Pos terkait