KPRI MAS Demak Sahkan Laporan 2025, Anggota Tembus 916 Orang

Demak, jurnalterkini.id – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Marsudi Ajining Sariro (MAS) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 pada Selasa, 27 Januari 2026, di Pendopo Satya Bhakti Praja, Demak.

Bacaan Lainnya

RAT tersebut menjadi forum pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus terkait pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan keuangan koperasi sepanjang tahun buku 2025.

Ketua KPRI MAS periode 2023–2025, Agus Musyafak, menyampaikan bahwa jumlah anggota koperasi hingga akhir 2025 mencapai 916 orang. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 772 anggota atau bertambah 144 orang.

“Perubahan keanggotaan terdiri atas 45 anggota pensiun, tujuh anggota meninggal dunia, serta penambahan 202 anggota baru,” kata Agus.

Ia menambahkan, ke depan KPRI MAS membuka peluang keanggotaan bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Selain itu, koperasi juga siap memfasilitasi pinjaman hingga Rp200 juta, sepanjang disesuaikan dengan kemampuan keuangan koperasi.

Dalam RAT tersebut, KPRI MAS turut menyerahkan beasiswa pendidikan bagi putra-putri anggota, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Sebelum pengundian doorprize, dilakukan pelantikan pengurus KPRI MAS periode 2026–2028. Kepengurusan baru dipimpin Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Demak, Herminingsih, dengan Sekretaris Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mulyanto.

Sekretaris Daerah Demak, Akhmad Sugiharto, membacakan sambutan Bupati Demak, Eisti’anah. Dalam sambutan itu disampaikan bahwa KPRI MAS memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan anggota, memperkuat kemandirian ekonomi aparatur sipil negara, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Demak mendorong KPRI MAS untuk terus berkembang menjadi koperasi yang sehat dan berdaya saing melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan dan pengelolaan usaha.

“Koperasi yang maju tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi oleh kuatnya kepercayaan, solidaritas, dan semangat gotong royong para anggotanya. Kepercayaan adalah aset terbesar koperasi dan harus dijaga melalui pengelolaan yang transparan serta akuntabel,” kata Akhmad.(PH)

Total Views: 279

Pos terkait