Ratusan Nelayan Desa Munjungagung Gotong Royong Gelar Sedekah Laut, Tradisi Pesisir Tegal Tetap Hidup

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, hadiri Sedekah Laut Pantai Larangan, Rabu (24/06). (Foto: Supriyadi/Jurnalterkini.id)

TEGAL, Jurnalterkini.id – Sedekah laut dan larung sesaji adalah tradisi ungkapan rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki hasil tangkapan ikan serta memohon keselamatan saat melaut. Ritual ini biasanya dilakukan dengan mengarak tumpeng dan melarungkan sesaji ke tengah laut menggunakan perahu nelayan.

Rabu (24/06/2026), ratusan nelayan Desa Munjungagung, menggelar tradisi Larung Sesaji Sedekah Laut. Prosesi berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Kegiatan bernuansa adat tersebut dihadiri oleh Bupati Tegal, unsur TNI-AL, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta sekitar 400 warga nelayan yang turut serta mengikuti rangkaian acara adat dan budaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan kesenian tradisional ruwatan wayang kulit, pemindahan ancak sesaji ke kapal, hingga prosesi larung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal KMN Karya Jaya milik nelayan setempat. Prosesi utama berupa pelarungan satu kepala kerbau dilakukan di perairan Karang Jeruk sekitar 3 mil dari bibir pantai dengan pengawalan sejumlah kapal nelayan.

Setelah prosesi larung sesaji, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian wayang kulit dari Sanggar Seni Madukara Ndororejo Pekalongan dengan dalang Ki Slamet Winarso yang menambah kekhidmatan acara budaya tersebut.

Dalam sambutan Ketua Panitia Sedekah Laut, Dahuri, disampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat nelayan atas kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga tradisi budaya pesisir yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Terima kasih kepada seluruh nelayan, dan masyarakat sekitar atas kerjasama, gotong royong sehingga acara rutin tahunan ini bisa terlaksana. Diawali Istighosah, Larung sesaji, pentas wayang, pengajian disertai santunan, dan pentas hiburan,” ujar Dahuri.

Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Laut merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus sarana mempererat persatuan masyarakat pesisir serta melestarikan budaya daerah.

“Tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur atas rezeki dari laut, dan sekaligus doa bersama agar seluruh nelayan kita selalu diberi keselamatan dan perlindungan saat melaut,” ujar Bupati Tegal.

Tradisi Sedekah Laut di Larangan, Desa Munjungagung menjadi penanda kuat bahwa budaya masyarakat pesisir Tegal masih terus hidup di tengah modernisasi kota. (Pry)

Total Views: 7

Pos terkait