Tidak hanya itu, Soerya juga menyampaikan bahwa dalam pesta demokrasi, adanya perbedaan politik merupakan hal biasa dan jangan sampai memutus tali silaturahmi antar masyarakat.
Dikatakannya, Alasan dirinya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga tali silaturahmi, karena siapapun calon yang maju nanti memiliki tujuan yang sama yaitu ingin membangun Provinsi Kepulauan Riau agar lebih baik lagi.
Lebih lanjut, Soerya menjelaskan, jika kontrak politik yang bertujuan menciptakan Pilkada Damai tersebut dapat terlaksana, ia yakin pesta demokrasi nantinya dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas.
“Jika tiga kandidat ini bisa duduk bersama sepakat untuk mewujudkan pilkada ini damai, jujur dan tidak melakukan black campaign, maka kedepan pemimpin di Kepulauan Riau bisa membawa kapal ke tujuannya,” kata Soerya..
Terakhir, ia mengungkapkan, hal itu bersifat normatif dan memang seharusnya dilakukan untuk menjaga rasa persatuan ditengah masyarakat.
“Memang seharusnya seperti itu, jadi bukan soal efektif tapi ini normatif ya,” tutupnya.
Diketahui, Soerya Respationo yang maju bersama Iman Sutiawan dalam kontestasi Pilkada Kepulauan Riau 2020 itu akan bertarung melawan dua pasangan lainnya yakni, pasangan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina serta pasangan Isdianto dan Suryani. (yra)





