Disisi lain, terjadinya peningkatan nilai investasi dikawasan FTZ Karimun secara otomatis akan berdampak terhadap tenaga kerja lokal yang mana pada tahun 2023 lalu terjadi penyerapan tenaga kerja mencapai 15,193 orang. Kemudian, pada tahun 2024 juga terjadi peningkatkan sebanyak 16,324 orang.
” Paling penting, kondusif dan aman di kawasan FTZ. Itu salah satu jaminan kita, sehingga para investor tetap betah di Karimun untuk terus memproduksi produk-produknya,” tuturnya.
Sementara itu direktur perizinan dan pemasaran BP Karimun Henry Aris Bawole mengungkapkan, walaupun saat ini kelembagaan BP Karimun masih berada ditangan pemerintah pusat. Namun, nilai investasi di BP Karimun terus terjadi peningkatan setiap tahunnya. Artinya, kepercayaan investor terhadap BP Karimun sebagai pengelola kawasan FTZ atau PBPB Karimun masih ada.
” Kita (BP Karimun) terus melakukan pembenahan terhadap pelayanan dan perizinan investasi dikawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Karimun. Agar, para pelaku usaha bisa mendapatkan informasi terbaru terhadap regulasi di kawasan FTZ,” ucapnya.(*/red)





