Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima audiensi jajaran PT PRPP Jawa Tengah di ruang kerjanya, Rabu (20/5). (Foto: Dok HumasProv)
Semarang, jurnalterkini.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya mengembalikan kejayaan Jateng Fair sebagai magnet ekonomi, hiburan, dan promosi investasi terbesar di wilayah tersebut. Berbagai agenda disiapkan dalam gelaran Jateng Fair 2026, mulai dari pameran, konser musik, inovasi teknologi, hingga aksi pelestarian lingkungan.
Komitmen itu mengemuka saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi jajaran PT PRPP Jawa Tengah di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan Jateng Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026.
Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, mengatakan tema yang diusung tahun ini ialah Action for Transformation. Menurut dia, konsep tersebut dirancang tidak hanya menghadirkan hiburan dan pameran, tetapi juga menggabungkan isu lingkungan, ekonomi kreatif, olahraga, serta inovasi daerah.
“Jateng Fair tahun ini kami dorong menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, sekaligus ajang transformasi ekonomi dan kreativitas masyarakat,” ujar Shafigh.
Selama 10 hari pelaksanaan, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 300.000 orang. Target tersebut berkaca pada capaian Jateng Fair 2025 yang mencatat lonjakan pengunjung hingga sekitar 108.360 orang atau meningkat 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebijakan tiket masuk gratis disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya antusiasme masyarakat. Selain itu, perputaran ekonomi selama penyelenggaraan tahun lalu tercatat mencapai Rp 4,5 miliar, berasal dari transaksi UMKM, kuliner, pameran bisnis, hingga layanan publik.
Melihat tren positif tersebut, PT PRPP Jawa Tengah mulai mengubah konsep Jateng Fair menjadi lebih modern dan tematik. Tahun ini, seluruh bale pameran dipastikan terisi dengan tingkat okupansi tenant mencapai 74 persen, bahkan lebih dari sebulan sebelum pembukaan acara.
Sebanyak 13 kabupaten dan kota telah memastikan partisipasi dalam ajang tersebut. PT PRPP juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk menghadirkan pameran produk inovasi dan teknologi.
Untuk memperluas segmentasi pengunjung, sejumlah zona baru turut disiapkan. Bale Sumbing akan disulap menjadi “Jateng Kids Wonderland” yang menghadirkan wahana permainan dan edukasi anak. Sementara itu, Bale Sindoro bakal menjadi arena “Jawara Arena Tarung Bebas” yang menampilkan pertandingan MMA, termasuk kelas perempuan.
Tak hanya berfokus pada hiburan, Jateng Fair 2026 juga mengusung agenda keberlanjutan lingkungan melalui program Jateng Fair Green Life. Salah satu kegiatan yang disiapkan ialah plogging atau memungut sampah sambil berlari dan berjalan kaki mengelilingi kawasan PRPP dan Grand Maerakaca pada 4 Juli 2026.
Selain itu, panitia juga menjadwalkan kegiatan “Mangrove Akbar” pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari kampanye pelestarian kawasan pesisir.
“Ini menjadi platform kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk bergerak bersama menjaga lingkungan,” kata Shafigh.
Dari sisi hiburan, Jateng Fair 2026 membidik generasi muda melalui konser musik lintas genre yang menghadirkan sejumlah musisi nasional, seperti Ndarboy Genk, Guyon Waton, Aftershine, Endank Soekamti, Perunggu, hingga Superman Is Dead.
Antusiasme masyarakat mulai terlihat dari penjualan tiket konser yang telah mencapai 2.282 lembar. Penampilan Superman Is Dead menjadi salah satu pertunjukan yang paling diminati sejauh ini.
Bagi Pemprov Jawa Tengah, Jateng Fair tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan. Ajang ini diproyeksikan sebagai etalase investasi, promosi potensi daerah, penguatan UMKM, sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
Sebelumnya, Pemprov Jawa Tengah juga menyatakan ingin mengembalikan kejayaan kawasan PRPP sebagai pusat rekreasi, bisnis, dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) di Jawa Tengah.(PH)





