Karimun (Jurnal) – Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau siaga wabah demam berdarah (DBD) menyusul terus bertambahanya angka penderita 215 kasus pada akhir Agustus 2014 menjadi 275 hingga September 2014.
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana mengatakan, pihaknya telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk wabah DBD.
Sensissiana mengatakan, pelayanan kesehatan terus dimaksimalkan. Ia mengimbau warga agar segera memeriksakan diri maupun anggota keluarganya ke puskesmas jika mengalami demam panas mirip gejala DBD.
“Segera berobat ke puskesmas dan tidak dipungut biaya. Jangan biarkan demam berlangsung berhari-hari,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain gerakan 3M Plus, pihaknya juga terus menggerakkan gerakan abatesasi, atau menabur bubuk abate pada wadah-wadah air.
“Kalau fogging (pengasapan) hanya dilakukan bila ada temuan kasus, tujuannya untuk membasmi nyamuk dewasa,” kata dia.
“Peningkatannya cukup cepat, sudah mencapai 275 kasus. 7 meninggal dunia, yaitu enam anak-anak dan satu dewasa,” katanya
Kasus DBD tertinggi terjadi di Pulau Karimun Besar, terutama di tiga kelurahan di Kecamatan Karimun, yaitu Kelurahan Sei Lakam, Sei Lakam Barat dan Teluk Air.
“90 persen dari total kasus DBD menyerang anak-anak dan balita dan terjadi di Pulau Karimun Besar,” tegasnya.
Menurut dia, tingginya penularan wabah DBD memaksa pihaknya mengintensifkan sosialisasi gerakan 3M Plus, yaitu yaitu Mengubur, Menutup dan Membersihkan wadah-wadah air untuk mencegah membiaknya nyamuk aedes aegypti, vektor penularan DBD.
Ia mengatakan, Dinkes juga menggandeng berbagai pihak, seperti kecamatan, kelurahan/desa, kader posyandu dan RT/RW untuk menyosialisasikan gerakan hidup bersih.
“Wabah DBD menular lewat nyamuk, karena itu kami mengimbau warga masyarakat untuk memastikan tidak ada wadah-wadah yang tergenang air hujan, baik dalam maupun luar rumah,” katanya.
Berdasarkan catatan Dinkes, kasus DBD terus terjadi setiap tahun. Pada 2011 tercatat sebanyak 117 kasus dengan dua orang meninggal dunia, 2012 sebanyak 76 kasus dengan satu orang meninggal dunia, dan pada 2013 sebanyak 84 kasus dengan dua korban meninggal dunia. (rus)





