Batam, JurnalTerkini.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan sudah 166 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan Rempang Eco-City berpindah ke hunian sementara di Tanjung Banon.
“Ada penambahan sebanyak 3 KK Selasa (13/8/2024) kemarin yang kita fasilitasi pergeserannya ke hunian sementara. Jadi, jumlah yang telah bergeser sebanyak 166 KK,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait, Rabu (14/8/2024).
Ariastuty Sirait menjelaskan, tiga KK yang baru bergeser tersebut berasal dari Sembulang. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth.
“BP Batam masih terus berupaya menuntaskan proyek strategis nasional ini. Kami berharap, seluruh komponen daerah pun mendukung percepatan investasi di Rempang,” ujar Tuty, sapaannya sehari-hari.
Di samping itu, kata Tuty, BP Batam terus menggesa pengerjaan rumah baru untuk warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City yang berlokasi di Tanjung Banon.
Berdasarkan laporan tim di lapangan, dia mengatakan sebanyak 46 unit rumah sedang dalam pembangunan.
“Semoga berjalan lancar, selesai sesuai target. Sehingga, tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat untuk mendukung proyek strategis pemerintah ini,” tambah Tuty.
Sementara, warga Sembulang Bernama Salipan mengatakan jika ia dan keluarganya mendukung penuh proyek pengembangan Rempang sebagai kawasan ekonomi baru.
Dengan harapan, proyek ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Rempang.
“Kami siap mendukung pemerintah supaya warga bisa lebih maju dan anak cucu nantinya bisa hidup lebih baik. Namanya proyek pemerintah, tentu tujuannya baik,” tegas Salipan. (*/ms)







