Pemerintah Kembali Minta WNI Segera Tinggalkan Lebanon

Asap membubung di lokasi serangan udara Israel di Desa Kfar Kila, di selatan Lebanon, Selasa, 6 Agustus 2024. (Foto: Rabih Daher/AFP)
Asap membubung di lokasi serangan udara Israel di Desa Kfar Kila, di selatan Lebanon, Selasa, 6 Agustus 2024. (Foto: Rabih Daher/AFP)

KBRI Beirut telah mengintensifkan komunikasi dengan seluruh WNI di Libanon, yang sebagian memilih akan tetap tinggal di sana.

“Namun dalam konteks kedaruratan dan dalam rangka mengantisipasi eskalasi lebih lanjut, kami kembali menyampaikan himbauan kepada seluruh WNI di Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan lalu mengikuti langkah-langkah kontijensi yang telah ditearpkan dan ditetapkan oleh KBRI Beirut. Kami sangat mengimbau kepada para WNI yang ada di Lebanon untuk dapat segera meninggalkan Lebanon,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh pemerintah Indonesia, tambah Judha, mengimbau seluruh warga Indonesia yang berencana melawat ke Lebanon, Iran, dan Israel untuk menangguhkan keberangkatan hingga situasi lebih aman. Sejauh ini masih ada sejumlah WNI yang berada di Israel untuk berziarah.

Pembunuhan Haniyeh Dorong Keikutsertaan Iran

Pengamat Hubungan Internasional di Universitas Diponegoro Mohamad Rosyidin mengatakan pembunuhan Haniyah akan berdampak negatif pada prospek perdamaian di Timur Tengah, tidak saja karena ia tokoh penting yang dekat dengan penguasa di Iran, tetapi juga karena pembunuhan terjadi di Teheran, hanya berselang satu hari setelah ia menghadiri pelantikan presiden baru Iran.

“Ini justru akan menutup pintu bagi perdamaian, memperburuk keadaan di kawasan. Terlebih pihak-pihak lain terlibat sehingga konflik ini tidak hanya bereskalasi tapi multifront karena pertempuran tidak hanya di Gaza,” tuturnya. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 322

Pos terkait