Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Selandia Baru mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan tersebut dan bahwa kedutaan besarnya di Jakarta sedang mencari informasi dari pihak berwenang, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.
Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, belum bisa memastikan apakah pihaknya merupakan dalang penembakan terhadap pilot asal Selandia Baru tersebut.
“Kami belum mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab, tapi itu tidak masuk akal (penembakan dilakukan KKB) karena kami masih menahan pilot Selandia Baru (Philip),” katanya kepada VOA.
TPNPB-OPM, sebutan lain dari KKB, juga telah memberi tahu bahwa pesawat penerbangan sipil dilarang masuk ke dalam wilayah konflik bersenjata. Pesawat atau sejenisnya yang masuk ke wilayah perang akan menjadi target utama dari TPNPB-OPM.
“Sekali pun kami belum menyampaikan laporan resmi, tapi kami menyatakan itu wilayah perang. Kami sudah larang, tidak ada aktivitas penerbangan sipil masuk ke wilayah itu. Mau antar perawat atau suster, kami tidak akan dengar dengan alasan apa pun. Kami melakukan fungsi perang humaniter internasional di mana warga sipil dilindungi. Kami melakukan itu,” pungkas Sebby. [voa]
Jaringan: VOA





