Tengah Arus Zaman, Ponpes Al-Fuadi Jadi Benteng Pembentuk Karakter Generasi Muda

H. Ikmal Jaya, saat memberikan materi santri ponpes Al-Fuadi, Jumat (10/7) malam. (Foto: Jurnalterkini.id)

KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Sebuah semangat baru kini hadir di Kecamatan Margadana dan sekitar. Pondok Pesantren Al-Fuadi kini berdiri di Jalan Abdul Syukur sebagai ikhtiar mencetak santri yang tidak hanya hafal bacaan Al-Qur’an, tetapi paham maknanya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendirian Ponpes diatas lahan seluas 5000m ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap generasi muda yang perlu dibekali iman dan ilmu agama secara utuh.

Kehadiran Pondok Pesantren Al-Fuadi di Kota Tegal disambut hangat oleh para masyarakat. Di tengah derasnya arus zaman yang penuh tantangan, kehadiran ponpes ini dianggap sebagai benteng penting untuk membentuk karakter generasi muda.

Pendiri Ponpes Al-Fuadi, seorang putra daerah, H. Ikmal Jaya, SE, Ak., M.H, memiliki tekad besar. Ia menargetkan lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat iman dan luhur akhlaknya.

“Fokus utama kami adalah menanamkan tauhid sejak dini. Dengan pondasi tauhid yang kuat, anak-anak akan tumbuh mencintai Al-Qur’an, imannya kokoh, dan akhlaknya terjaga,” ujar Ikmal Jaya usai memberikan pelajaran pada santri, Jumat (10/7) malam.

Masyarakat mengapresiasi langkah tersebut. Menurut mereka, pendidikan berbasis Al-Qur’an sangat dibutuhkan saat ini agar generasi muda tidak hanyut oleh derasnya informasi dan budaya yang kurang mendidik.

Ponpes Al-Fuadi hadir sebagai jawaban atas keresahan tersebut. Dengan metode penguatan akidah dan pembiasaan membaca Al-Qur’an, ponpes ini berharap bisa mencetak generasi yang menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Ikmal Jaya menyampaikan, Ponpes Al-Fuadi mulai dibangun sejak tahun 2024. Saat ini, fasilitas yang tersedia baru berupa asrama untuk santri putra.

Namun tidak berhenti sampai disitu, kedepan pengelola berencana membangun asrama putri. Dengan begitu, Pondok Pesantren Al-Fuadi nantinya dapat menampung santri putra maupun putri.

“Setelah mapan kedepan nantinya kita akan menambahkan untuk asrama putri, sehingga ponpes ini bisa menerima santri putra dan putri. Dan diharapkan santri-santri ini bisa menerjemahkan kitab-kitab dalam bahasa arab entah Al-Qur’an, Hadist, atau kitab kuning dan lainnya menggunakan terjemah metode Al-Fuadi,” pungkasnya. (Pry)

Total Views: 19

Pos terkait