Industri Tekstil Dalam Negeri Terseok-seok Memintal Nasib

Para pekerja membuat pakaian di sebuah pabrik di Cakung, permukiman industri kecil di Jakarta (foto: ilustrasi/Reuters).
Para pekerja membuat pakaian di sebuah pabrik di Cakung, permukiman industri kecil di Jakarta (foto: ilustrasi/Reuters).

Industri Tekstil Domestik Gulung Tikar

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah mengakui banyak perusahaan tekstil di wilayahnya mulai gulung tikar. Juru bicara organisasi ini, Lilik Setiawan mengakui satu per satu perusahaan tekstil tumbang. Padahal selama ini sektor ini menjadi tumpuan ekonomi daerah, karena industri padat karya yang menyerap ribuan pekerja.

Bacaan Lainnya

“Jadi data kita di BPD API Jateng, minimal 6 perusahaan tekstil skala besar yang gulung tikar. Saya rasa total pekerja terdampak ada 7000an dan mungkin lebih. Cukup signifikan,” kata Lilik.

Dia menyebut, perusahaan tekstil yang tutup terakhir di Jawa Tengah, berlokasi di wilayah Ungaran.

“Jadi, setelah ada 6 perusahaan di kloter pertama, berikutnya kloter kedua ada 4 perusahaan lagi. Total 10 perusahaan yang masuk anggota API Jatemg melakukan penutupan usaha. Total pekerja ya 10.000an,” kata Lilik ketika ditemui di Solo.

Dia menambahkan, industri tekstil domestik butuh perlindungan dan penyelamatan dari gempuran produk tekstil impor, termasuk Tiongkok dan India, Vietnam, serta Bangladesh.
Data yang dihimpun VOA menyebutkan, efisiensi pekerja hingga penutupan pabrik tekstil di Jawa Tengah hingga awal Juni 2024 telah menyebabkan penutupan enam pabrik. Rinciannya adalah, PT Alenatex yang mem-PHK sekitar 700 karyawan, PT Dupantex (PHK 700 karyawan), PT Kusumahadi Santosa, (PHK 500 karyawan), PT Pamor Spinning Mills, (PHK 700 karyawan), PT Kusumaputra Santosa (PHK 400 karyawan), dan PT Sai Apparel (PHK 8.000 karyawan).

Sedangkan PHK yang dilakukan dengan alasan efisiensi terjadi di empat pabrik. Masing-masing adalah PT Sinar Pantja Djaja Semarang (2.000 karyawan), PT Djohartex (300 karyawan), PT Bitratex (400 karyawan) dan PT Pulomas (100 karyawan).

Total Views: 664

Pos terkait