Afghanistan Janji Tak akan Ada Ancaman Keamanan
Jusuf Kalla, yang juga melawat ke kota-kota lain di luar Kabul, mengatakan dia melihat sendiri geliat kehidupan di negara berpenduduk 43,2 juta jiwa itu. Amnesti yang diberikan Taliban kepada bekas pegawai pemerintahan sebelumnya, termasuk tentara, untuk tidak dijatuhi hukuman jika bekerja dengan pemerintahan baru, terbukti berhasil.
“Kabul malah macet, sama seperti Jakarta,” imbuh JK.
Menteri Pertahanan Afghanistan Mullah Mohammad Yaqoob Mujahid yang ditemui JK itu adalah putra sulung pendiri dan pemimpin pertama Taliban, Mullah Omar. Ia adalah salah satu dari tujuh menteri Afghanistan yang ditemuinya.
JK mengatakan Yaqoob Mujahid berulang kali menekankan “Afghanistan ingin punya hubungan baik dengan seluruh dunia, termasuk negara-negara Barat – dan Amerika – serta khususnya negara-negara Muslim.”
Mengutip pernyataan Yaqoob Mujahid kepadanya, JK mengatakan “kami (Taliban.red) sudah janji sekarang tidak akan mengganggu negara-negara lain, tetapi masih ada propaganda seolah-olah di sini ada ancaman. Padahal kami sudah tegaskan tidak ada ancaman terhadap siapa pun.”
Yaqoob Mujahid, tambah JK, juga mengatakan kepadanya bahwa “Amerika perang sama kami 20 tahun, tapi kami siap punya hubungan politik dan lainnya dengan mereka.”





