Demo Pro-Palestina di Kampus AS Berlanjut, Komisi HAM PBB Sesalkan Penanganan Aparat

Para demonstran berkumpul di gerbang masuk Columbia University di New York City untuk mendukung para mahasiswa yang mengunci diri gedung Hamilton Hall di tengah konflik Israel dan Hamas, 30 April 2024. (Foto: David Dee Delgado/Reuters)
Para demonstran berkumpul di gerbang masuk Columbia University di New York City untuk mendukung para mahasiswa yang mengunci diri gedung Hamilton Hall di tengah konflik Israel dan Hamas, 30 April 2024. (Foto: David Dee Delgado/Reuters)

Demo pro-Palestina terus bermunculan di kampus-kampus seluruh AS. Menanggapi pendudukan gedung kampus di Columbia University, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menyampaikan bahwa Presiden AS Joe Biden menilai tindakan itu sebagai “pendekatan yang salah”.

Puluhan pengunjuk rasa menduduki sebuah gedung di Columbia University, New York, pada Selasa (30/4/2024) pagi. Mereka membarikade pintu masuk dan membentangkan bendera Palestina dari jendela gedung.

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut memperburuk perseteruan antara mahasiswa demonstran dengan pihak universitas, yang mulai menskors para mahasiswanya karena menolak membongkar tenda-tenda yang mereka telah dirikan di kampus New York sebagai bentuk protes.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, para pengunjuk rasa menyatakan mereka berencana untuk tetap berada di aula gedung sampai pihak universitas menyetujui tiga tuntutan mereka: divestasi dari Israel, transparansi dalam pengelolaan keuangan universitas, dan amnesti bagi para mahasiswa dan staf pengajar yang terlibat dalam protes.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby pada Selasa (30/4) menyampaikan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menilai aksi pendudukan gedung kampus tersebut adalah “pendekatan yang salah”.

“Presiden (Biden) menilai bahwa menduduki gedung kampus secara paksa adalah pendekatan yang salah. Itu bukan contoh unjuk rasa damai. Dan, tentu saja, seperti yang Anda perhatikan dengan seksama, (itu adalah) ujaran kebencian. Tidak ada tempat bagi simbol-simbol ujaran kebencian di negara ini. Sekelompok kecil (mahasiswa) tidak seharusnya mengganggu kegiatan akademik mahasiswa lainnya yang sah,” ujar Kirby.

Kirby juga menambahkan bahwa pihaknya mendukung kebebasan berpendapat, serta hak untuk memprotes kebijakan dan gagasan. Meski demikian, ia menekankan hal itu perlu dilakukan secara damai.

Aksi pendudukan gedung kampus di Columbia University menjadi inti aksi protes terkait konflik Gaza, yang mengguncang kampus-kampus universitas di seluruh AS dalam beberapa pekan terakhir.

Demonstrasi besar-besaran juga terjadi di kampus-kampus di negara lain dalam beberapa hari terakhir. Kebanyakan unjuk rasa digelar tanpa insiden dan terus berlanjut.

Total Views: 408

Pos terkait