Gelombang Panas Terjang Asia: Sekolah Diliburkan, Kasus DBD di Indonesia Melonjak

Para pejalan kaki menggunakan payung untuk melindungi dari panas sinar matahari di mal Siam Paragon, Bangkok, 1 April 2024. (Foto: Lilian Suwanrumpha/AFP)
Para pejalan kaki menggunakan payung untuk melindungi dari panas sinar matahari di mal Siam Paragon, Bangkok, 1 April 2024. (Foto: Lilian Suwanrumpha/AFP)

Gelombang panas ekstrem menyerang negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Suhu yang mencapai 43 derajat Celcius menyebabkan sekolah-sekolah terpaksa ditutup, dan sejumlah warga diduga tewas akibat serangan suhu panas.

Asia Tenggara tengah menghadapi gelombang panas akibat suhu yang mencapai rekor tertinggi, sehingga sekolah-sekolah di beberapa negara ditutup dan otoritas setempat mengeluarkan peringatan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Filipina menjadi salah satu negara yang paling terdampak suhu ekstrem. Suhu musim panas tropis yang intens diperparah kelembaban udara. Kondisi tersebut membuat kegiatan sekolah dibatalkan dalam beberapa minggu terakhir dan memicu kekhawatiran akan adanya kelangkaan air, pemadaman listrik, dan rusaknya tanaman pertanian.

Baca juga jurnal berita dunia berikut: Dihantam Gelombang Panas, Suhu di Myanmar Terpanas Capai 48,2 Celsius

Memia Santos, seorang guru SMA di Filipina, mengatakan bahwa akibat cuaca panas ekstrem, Menteri Pendidikan mengeluarkan memorandum yang mengizinkan sekolah untuk menerapkan metode pembelajaran asinkron.

“Kalau suhu udara melebihi 40 (derajat Celcius), siswa dan guru tidak perlu pergi ke sekolah, tetapi kami bisa memberi tugas kepada siswa di rumah dan juga menerapkan (kelas) daring,” tutur Santos.

Di Thailand, suhu udara diperkirakan akan melampaui 40 derajat Celcius di Bangkok, serta bagian tengah dan utara negara tersebut. Di kota Lampang, Thailand utara, suhu melonjak hingga 44,2 derajat Celcius pada 22 April lalu. Badan meteorologi setempat menyampaikan pada Senin (29/4/2024) bahwa suhu panas yang ekstrem diperkirakan berlanjut minggu ini.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Thailand, dalam sebulan terakhir, 30 orang tewas akibat serangan panas.

Total Views: 358

Pos terkait