ICC Isyaratkan Rilis Surat Perintah Penangkapan Netanyahu, Zionis Cemas

Asap membubung menyusul serangan Israel ke barat laut Nuseirat di Jalur Gaza tengah, Senin, 29 April 2024 di tengah konflik antara Israel dan kelompok Hamas Palestina. Mahkamah Kriminal Internasional mengisyaratkan akan merilis surat penangkapan PM Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)
Asap membubung menyusul serangan Israel ke barat laut Nuseirat di Jalur Gaza tengah, Senin, 29 April 2024 di tengah konflik antara Israel dan kelompok Hamas Palestina. Mahkamah Kriminal Internasional mengisyaratkan akan merilis surat penangkapan PM Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Sejumlah pejabat Zionis Israel tampak semakin cemas bahwa Mahkamah Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC), akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin negara itu, seiring meningkatnya tekanan internasional terkait perang di Gaza.

Catatan rumah sakit di Kota Rafah di Gaza selatan menunjukkan sedikitnya 25 orang tewas dalam serangan udara sepanjang Minggu (28/4/2024) malam hingga Senin (29/4/2024) Menurut catatan itu dan juga catatan wartawan kantor berita Associated Press, korban tewas dalam serangan itu mencakup sembilan perempuan dan lima anak-anak, termasuk seorang bayi yang baru berusia lima hari.

Bacaan Lainnya

Pasukan zionis berencana melancarkan invasi ke kota itu, meskipun Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu terdekat, dan beberapa negara lain telah berulang kali memperingatkan agar Israel tidak melakukan itu. AS mengatakan ofensif akan menimbulkan bencana bagi lebih dari satu juta warga Palestina yang berlindung di kota itu.

Dalam beberapa hari ini para pejabat Israel juga merujuk pada penyelidikan ICC tiga tahun lalu terhadap kemungkinan telah dilakukannya kejahatan perang oleh Israel dan militan Palestina dalam perang Israel-Hamas pada 2014. Penyelidikan itu juga mengkaji pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan yang diinginkan Palestina sebagai ibu kota negara kelak.

Belum ada pernyataan apapun dari ICC pada Senin, dan belum ada indikasi bahwa surat perintah penangkapan itu akan segera dikeluarkan.

Belum jelas apa yang memicu kekhawatiran para pejabat Israel ini. Rangkaian pengumuman yang disampaikan Israel dalam beberapa hari terakhir yang mengizinkan masuknya lebih banyak bantuan ke Gaza, tampaknya dimaksudkan untuk mencegah tindakan ICC itu.

Penyelidikan Berjalan Cepat

Ketika berkunjung ke kawasan itu pada Desember lalu, Jaksa ICC Karim Khan mengatakan penyelidikan itu “berjalan dengan cepat, dengan ketelitian dan tekad, supaya kami mengambil tindakan berdasarkan bukti yang solid, bukan emosi.”

Israel dan AS tidak menerima yurisdiksi ICC, tetapi surat penangkapan dapat membuat pejabat-pejabat Israel berisiko ditangkap di negara-negara lain. Surat perintah penangkapan juga dapat menjadi pukulan besar bagi tindakan Israel di tengah demonstrasi pro-Palestina meluas di seluruh kampus di AS

Total Views: 298

Pos terkait