1 Tewas dan 7 Hilang Dalam Insiden Jatuhnya Dua Helikopter AL Jepang

Helikopter anti-kapal selam SH-60K berada di dek penerbangan kapal pengangkut helikopter Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) JS Izumo (DDH-183) di lepas pantai Brunei pada 26 Juni 2019. (Foto: Emily Wang/AP Photo)
Helikopter anti-kapal selam SH-60K berada di dek penerbangan kapal pengangkut helikopter Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) JS Izumo (DDH-183) di lepas pantai Brunei pada 26 Juni 2019. (Foto: Emily Wang/AP Photo)

Satu helikopter hilang kontak pada pukul 22.38. (1338 GMT) setelah mengirimkan sinyal darurat. Pesawat lainnya kehilangan kontak sekitar 25 menit kemudian. Satu helikopter itu adalah milik pangkalan udara di Nagasaki, dan satu lagi milik pangkalan di prefektur Tokushima.

Pesawat SH-60K biasanya dikerahkan pada kapal perusak untuk misi anti kapal selam.

Bacaan Lainnya

Para pejabat pertahanan Jepang mengatakan latihan pada Sabtu (20/4/2024) hanya melibatkan angkatan laut Jepang dan bukan bagian dari latihan multinasional. Mereka mengatakan tidak ada pesawat atau kapal perang asing yang terlihat di wilayah tersebut.

Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu itu terjadi setahun setelah helikopter UH-60 Blackhawk milik Pasukan Bela Diri Darat jatuh di lepas pantai pulau Miyako, Jepang barat daya, menyebabkan 10 awaknya tewas. Pada Januari 2022, sebuah jet tempur F-15 milik Pertahanan Diri Udara jatuh di lepas pantai utara-tengah Jepang, menewaskan dua awak.

Televisi publik Jepang NHK mengatakan tidak ada peringatan cuaca yang dikeluarkan di daerah tersebut pada saat kecelakaan terjadi pada Sabtu. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 492

Pos terkait