Karimun, JurnalTerkini.id – Rumah-rumah makan dan warung kopi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap boleh beroperasi selama bulan suci Ramadhan, dan tidak perlu ditutupi tirai.
Hal ini berbeda dengan beberapa daerah yang mengharuskan rumah makan ditutup selama Ramadhan atau menggunakan tirai untuk menghormati umat Islam yang sedang berpuasa.
“Warung atau kedai makan dan minum di Karimun tidak perlu ditutup selama bulan Ramadhan. Pedagang juga tidak perlu menggunakan tirai untuk menutupi kedai mereka,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq di Masjid Agung, Senin (11/3/2024) malam.
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan jika kedai makan maupun kedai kopi ditutup tirai atau terbuka separuh, maka itu sama saja melindungi orang yang tidak berpuasa. Ini bisa menimbulkan syubhat atau prasangka.
“Kalau saya suruh tutup separo hukumnya syubhat, melindungi orang tak puasa,” kata Rafiq.
Menurut Rafiq, jika orang yang benar-benar berimat dan berniat puasa, maka orang tersebut tidak akan masuk ke kedai makan atau kedai kopi.
“Jadi jangan ditutup-tutupi, kite tengok siapa yang ahli kesana. Ini bukan main lagi, di rumah sahur, siang kedai kopi, balek rumah loyo,” katanya.
Bupati juga mengatakan tidak akan razia kedai-kedai makan dan minum oleh Satpol PP selama Bulan Ramadhan. (yra)





