Komitmen Demokrasi
Faktor keberhasilan popularitas Prabowo adalah dengan memilih pasangan duet putra Presiden, Gibran Rakabuming Raka (36 tahun).
Pada Oktober, ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman yang merupakan saudara ipar Jokowi, mengubah peraturan yang kontroversial mengenai syarat usia capres dan cawapres.
Beberapa pakar hukum dan kelompok hak asasi manusia menuduh Jokowi menggunakan dana bantuan sosial untuk mendukung Prabowo yang menepis tuduhan itu.
Prabowo diberhentikan dari militer pada 1998 atas tuduhan bahwa ia memerintahkan penculikan aktivis demokrasi pada akhir pemerintahan Suharto. Ia membantah tuduhan tersebut dan memang ia tidak pernah didakwa.
Sejak itu, ia berhasil memulihkan citranya, sebagian berkat kampanye cerdas di media sosial yang menargetkan generasi muda dengan menggambarkannya sebagai “kakek gemoy.”
Namun kelompok hak asasi manusia khawatir sosok Prabowo dapat mengubur kebebasan demokratis yang diperoleh dengan susah payah, dengan merujuk pada kasus dugaan penculikan.
“Kami selalu mengkhawatirkan komitmennya terhadap demokrasi,” kata Yoes Kenawas, peneliti di Universitas Katolik Atma Jaya yang berbasis di Jakarta.
“Jika dia menang, pertanyaan-pertanyaan itu akan selalu muncul.” [voa]
Jaringan: VOA





