Pemilu RI di Los Angeles: TPS dengan DPT Terbanyak di AS, Sepi Pemilih

Seorang anggota KPPS) di TPSLN Las Angeles membantu pemilih memasukkan surat suara ke kotak suarai, Sabtu, 10 Februari 2024. Para pemilih di luar negeri hanya bisa memilih calon presiden/calon wakil dan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI. (Foto: Rivan Dwiastono/VOA)
Seorang anggota KPPS) di TPSLN Las Angeles membantu pemilih memasukkan surat suara ke kotak suarai, Sabtu, 10 Februari 2024. Para pemilih di luar negeri hanya bisa memilih calon presiden/calon wakil dan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI. (Foto: Rivan Dwiastono/VOA)

LOS ANGELES – Di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) sedianya ada 1.200 pemilih yang mencoblos di tiga tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) pada Sabtu (10/2). Akan tetapi, hingga ketiga TPSLN ditutup pukul 19.00 waktu setempat, hanya separuh yang datang untuk menggunakan hak pilih mereka.

“Kalau dilihat dari (ketiga) TPS, itu sekitar 200, 200, 200-an… Ya, ada sekitar 600-an (pemilih), jadi sekitar 50 persen dari total angka kami, pemilih yang terdaftar di TPS,” ungkap Rosdiana Susanto, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Los Angeles, usai mengawal penyimpanan kotak-kotak surat suara tercoblos setelah kembali disegel di gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles (LA).

Bacaan Lainnya

Secara total, terdapat 15.717 pemilih yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Los Angeles, paling banyak dibandingkan lima kota lain yang menyelenggarakan pemilu di Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, 92,3 persennya memilih metode pos, yang surat suaranya masih akan diterima hingga 14 Februari. Meskipun hingga Sabtu baru sekitar 30 persen pemilih pos yang sudah mengirimkan kembali surat suara mereka kepada panitia.

“Memang ada kendala dengan beberapa alamat yang mungkin sudah pindah, dan mereka tidak melaporkan ke kami, makanya yang return to sender itu lumayan banyak,” kata Rosdiana. Return to sender adalah surat suara yang tidak sampai ke tangan pemilih dan dikembalikan kantor pos ke pihak panitia sebagai pengirim.

Pemilih Pos Serahkan Langsung Surat Suara

Tidak semua pemilih pos mengembalikan surat suara mereka menggunakan jasa pos, salah satunya Christabelle Marbun, pemilih berusia 19 tahun yang kini tinggal dan bekerja di LA sebagai aktor.

Ia memilih datang langsung ke KJRI untuk memasukkan surat suaranya ke dalam dropbox, alias kotak surat suara pos, yang disediakan kelompok penyelenggara pemungutan suara luar negeri pos (KPPSLN Pos) di lokasi.

“Prosesnya gampang banget,” ujar Christabelle, dalam bahasa Inggris, kepada VOA, usai memasukkan surat suaranya ke dalam dropbox.

Sebagai pemilih pemula, ia sempat terkejut pada ukuran surat suara pemilihan legislatif DPR RI yang ia terima.

“Surat suaranya gede banget, itu yang bikin saya kaget,” ujarnya. “Awalnya saya berpikir banyak banget kandidatnya, tapi di saat yang sama saya suka sih, karena pilihan-pilihan itu tersedia buat saya.”

Ia merasa, Indonesia, yang usianya jauh lebih muda dari Amerika sebagai sesama negara demokrasi, justru lebih demokratis dalam sistem pemilunya. Ia membandingkan sistem pemilu langsung di Indonesia dengan sistem suara elektoral di AS. Dengan sistem elektoral, suara rakyat belum tentu menentukan pemenang pemilu, seperti yang terakhir kali terjadi pada Pilpres AS 2016, ketika Hillary Clinton yang menerima suara rakyat (popular vote) lebih banyak justru kalah dari Donald Trump yang mengantongi lebih banyak suara elektoral.

Pos terkait