Lagi, Harimau Mati di Medan Zoo

Harimau Sumatra bernama Bintang Sorik yang tampak kurus dan sakit saat berada di kandang satwa Medan Zoo, Kota Medan, Sumatra Utara, Jumat, 12 Januari 2024. (VOA/Anugrah Andriansyah)
Harimau Sumatra bernama Bintang Sorik yang tampak kurus dan sakit saat berada di kandang satwa Medan Zoo, Kota Medan, Sumatra Utara, Jumat, 12 Januari 2024. (VOA/Anugrah Andriansyah)

“KLHK seharusnya bisa mengambil sikap tegas untuk segera mencabut izin lembaga konservasi Medan Zoo. Untuk bisa menjadi catatan penting lembaga konservasi atau kebun binatang lainnya agar tidak sepele dalam menjaga dan merawat satwa. Tidak mengabaikan satwa-satwanya,” katanya kepada VOA.

Kematian harimau di Medan Zoo, katanya, seharusnya bukan lagi dianggap hal sepele. “Seharusnya KLHK yang mendorong bagaimana caranya untuk menyelamatkan Medan Zoo. Paling utama untuk diselamatkan adalah satwa liarnya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Arisa, kematian terbaru harimau Benggala menciptakan stigma buruk bagi Medan Zoo. “Publik tidak akan bisa memahami kejadian matinya harimau di Medan Zoo. Berbeda dengan kita yang mengikuti dan mempelajari lebih jauh tentang kondisi harimau di Medan Zoo,” ucap Arisa.

Medan Zoo merupakan kebun binatang yang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan di bawah naungan pemkot Medan. Kebun binatang yang telah beroperasi sejak tahun 2005 itu kesulitan menjalankan operasinya karena tak pernah menerima suntikan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), Rahmat Shah, mengatakan Medan Zoo telah ditutup untuk sementara. Penutupan itu dilakukan oleh Pemkot Medan sebagai pengelolanya.

“Itu diperbaiki. Ditutup untuk perbaikan agar saat dibuka nanti lebih baik lagi. Apa yang menjadi keinginan kita agar satwa lestari didapat sekaligus. Semua sudah setuju ditutup sementara untuk perbaikan,” katanya kepada VOA, Jumat (26/1/2024).

Demi kesejahteraan hewan di Medan Zoo, PKBSI saat ini memberi bantuan pakan dan melakukan perbaikan kandang.

“Ini tanggung jawab kita semua terkait pelestarian satwa. Kami sudah menurunkan orang dan tanggung pakan tiap bulan. Ke depan juga akan kami rawat dan diperbaiki sampai bagus,” ujar Rahmat. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 532

Pos terkait