Lagi, Harimau Mati di Medan Zoo

Harimau Sumatra bernama Bintang Sorik yang tampak kurus dan sakit saat berada di kandang satwa Medan Zoo, Kota Medan, Sumatra Utara, Jumat, 12 Januari 2024. (VOA/Anugrah Andriansyah)
Harimau Sumatra bernama Bintang Sorik yang tampak kurus dan sakit saat berada di kandang satwa Medan Zoo, Kota Medan, Sumatra Utara, Jumat, 12 Januari 2024. (VOA/Anugrah Andriansyah)

Setelah kematian tiga harimau dalam kurun waktu dua bulan, Medan Zoo, sebuah kebun binatang di Medan, lagi-lagi melaporkan kematian harimau. 

Kali ini harimau jenis Benggala (Panthera tigris-tigris) bernama Wesa yang dilaporkan mati. Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Utara, Fifin Nopiansyah, mengatakan harimau Benggala jantan itu mati pada 22 Januari karena mengidap sakit kronis yang sulit untuk disembuhkan. Dalam istilah medis sakit tersebut disebut dubius infausta.

Bacaan Lainnya

“Iya, matinya tanggal 22 Januari 2024. Itu Wesa memang dubius infausta penyakitnya sudah kronis,” katanya kepada wartawan di Medan, Jumat (26/12/2024).

Dengan kematian Wesa, berarti dalam kurun waktu November 2023 hingga Januari 2024, empat harimau telah mati di Medan Zoo — dua harimau Sumatra dan dua harimau Benggala. Saat ini harimau yang tersisa di Medan Zoo berjumlah sembilan ekor, yakni lima harimau jenis Benggala dan empat Sumatra.

Fifin mengatakan semua harimau itu dalam kondisi kurang sehat, termasuk satu harimau Sumatra bernama Bintang Sorik, yang beberapa waktu lalu viral di media sosial lantaran tubuhnya tampak kurus dan sakit. “Bintang Sorik masih parah,” ujarnya.

Menrut Fifin tata kelola kandang dan pakan yang kurang baik menjadi salah satu penyebab kesehatan harimau-harimau di Medan Zoo mengalami penurunan. “Kami sudah bantu menyediakan secara berkala pengecekan visual kemudian dari medis. Dari lingkungannya kami juga memperbaiki (kandang) ringan,” ucapnya.

BBKSDA Sumut menilai harimau-harimau yang tersisa di Medan Zoo punya opsi untuk dipindahkan. “Banyak alternatif dirawat di sana atau dipindahkan tapi semua atas persetujuan pemilik (pemerintah kota Medan),” kata Fifin.

Pemerhati satwa dari The Wildlife Whisperer, Arisa Mukharliza, mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seharusnya mengambil tindakan tegas terkait kematian harimau yang terus berulang di Medan Zoo.

Total Views: 531

Pos terkait