Pengiriman Surat Suara ke Taipei Harus Dievaluasi Serius

Seorang petugas TPS memberikan surat suara di TPS di Kuta, Bali, saat pelaksanaan pilkada, 9 Desember 2015. (Foto: AFP)
Seorang petugas TPS memberikan surat suara di TPS di Kuta, Bali, saat pelaksanaan pilkada, 9 Desember 2015. (Foto: AFP)

Beri Suara Lewat Pos Rentan Kecurangan?

Titi mengakui pemberian suara lewat pos memang rentan kecurangan. Dia mencontohkan pemilu di Malaysia yang salah satu sumber kecurangan adalah melalui pemberian suara via pos dan kotak suara keliling (KSK). Pemungutan suara melalui metode pos dan KSK lebih rentan kecurangan karena tidak diawasi secara baik seperti pemilihan di TPSLN.

Bacaan Lainnya

Selain itu kebebasan dan kerahasiaan juga rentan dilanggar. Bisa saja surat suara diterima bukan oleh orang yang memiliki hak suara. Kontrol menjadi tidak maksimal mengingat pemilih via pos yang menyebar dan tidak terkonsentrasi dalam titik tertentu saja.

Titi meminta KPU harus menjatuhkan sanksi kepada PPLN Taipei yang melanggar aturan distribusi logistik secara sengaja.

“Jadi profesionalisme penyelenggara pemilu itu akan berpengaruh terhadap kepercayaan publik dan juga nanti di ujungnya adalah keyakinan bahwa memang pemilu diselenggarakan dengan benar, dengan prfesional, dan berintegritas. Ini rentan sekali memicu spekulasi dan kontroversi. Jangan sampai kelalaian ternyata justru berujung ketidakpercayaan terhadap kerja penyelenggara pemilu kita,” tutur Titi kepada VOA.

Menurut Titi, peristiwa di Taipei itu menjadi pembelajaran tentang pentingnya peran serta masyarakat secara proporsional dalam mengawasi proses pemilu. Misalnya menggunakan media sosial untuk memantau proses penyelenggaraan tahapan yang sedang berlangsung tanpa melanggar asas kerahasiaan dan kebebasan dalam pemberian hak pilih, sehingga penyimpangan atau pelanggaran lebih mudah untuk dideteksi. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 428

Pos terkait