Sebelas Korban Kebakaran Tungku Smelter Nikel Masih Dirawat

Korban mendapat perawatan di RSUD Morowali pasca terjadi ledakan di tungku smelter nikel milik Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, 24 Desember 2023. (Foto: Antara/Faisal/via REUTERS)

SULTENG – Sebelas korban kebakaran tungku smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih dirawat.

Sebelas pekerja Indonesia yang luka-luka dalam insiden di pabrik pengolahan nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) itu hingga Kamis (28/12/2023) masih dirawat di RSUD Morowali.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah itu, dua orang menjalani perawatan di ruang ICU (Intensive Care Unit) dan sembilan orang dirawat di ruang perawatan VIP.

Juru bicara RSUD Morowali, dr. Kadir Hamdan, mengatakan untuk pasien yang dirawat di ruangan perawatan biasa, umumnya mengalami luka bakar 10-20 persen pada bagian tangan dan kaki, juga ada dua pasien yang mengalami patah tulang. Sedangkan untuk pasien yang dirawat di ruang ICU membutuhkan alat bantu pernapasan.

“Rata-rata semua memang yang kita rawat itu luka bakar, yang sempat di ICU itu yang luka bakar sampai luas luka bakarnya 71 persen, ini masih menggunakan ventilator mekanik bantuan napas. Tapi rencana hari ini kita sudah mau mulai lepas bantuan napasnya, semoga sukses sehingga pasien ini sudah tidak memerlukan bantuan napas lagi,” kata dr. Kadir Hamdan kepada VOA, Kamis (28/12/2023).

Ditambahkannya sudah tidak ada lagi pasien asal China yang dirawat di rumah sakit itu.

“Semua TKI (Tenaga Kerja Indonesia-red). TKA (Tenaga Kerja Asing-red) sudah tidak ada. TKA ada yang dirujuk dengan ada yang sudah pulang,” ujarnya.

Dua Pasien Dirujuk ke Jakarta dan Makassar

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam siaran pers yang diterima VOA, Rabu (27/12), menyatakan dua pasien korban kecelakaan kerja yang sempat dirawat di ICU RSUD Morowali, telah dirujuk ke Makassar dan Jakarta. Keduanya diterbangkan melalui bandara khusus PT IMIP pada Rabu sore.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pasien mendapat perawatan yang lebih intensif,” kata Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan.

Menurut Dedy, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan, PT IMIP sendiri akan memberikan santunan bagi para korban yang meninggal dalam musibah tersebut, yaitu masing-masing Rp600 juta. Sementara untuk korban luka-luka, santunan diberikan sesuai kasus masing-masing.

“Sebelumnya, PT IMIP juga telah menyalurkan santunan awal sebesar Rp25 juta per orang bagi setiap korban meninggal dunia. Termasuk biaya pengantaran jenazah hingga tiba di rumah keluarga masing-masing,” tambah Dedy.

Baca juga jurnal berita peristiwa berikut: Ledakan Smelter Nikel di Morowali, Korban Tewas Bertambah Jadi 18 Orang

Total Views: 866

Pos terkait