Buruh Tidak Memilih Semua Capres di Pemilu 2024

FILE - Debat Pertama Capres 2024 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) di Jakarta, menghadirkan ketiga calon presiden yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Selasa (12/12). (VOA/Indra Yoga)
FILE - Debat Pertama Capres 2024 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU RI) di Jakarta, menghadirkan ketiga calon presiden yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Selasa (12/12). (VOA/Indra Yoga)

Pengamat: Buruh Bisa Kehilangan Momentum

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini mengatakan, buruh dapat kehilangan momentum untuk mendapatkan posisi tawar dengan para kandidat. Ia menilai buruh semestinya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Nur Hidayat, juga tidak yakin buruh akan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat pada putaran kedua karena komitmen para kandidat juga tidak akan banyak berubah dari putaran pertama.

“Ini arusnya dalam posisi tawar menawar begitu besar, luas dan tidak pasti. Justru buruh sesungguhnya bisa mendefinisikan posisi bargaining mereka lebih artikulatif,” jelas Nur Hidayat kepada VOA, Rabu (20/12).

Jika memberikan dukungan pada salah satu kandidat di putaran kedua, jumlah suara yang dapat disumbangkan Partai Buruh tidak akan sampai enam juta suara.

Menurut Nur Hidayat, berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, saat ini sangat sulit mewujudkan persatuan di kalangan buruh. Oleh karena itu buruh sedianya lebih proaktif untuk mempengaruhi para kandidat, dibanding menunggu keberpihakan para calon kepada buruh.

Total Views: 456

Pos terkait