Komnas Perempuan Catat 159 Perempuan Jadi Korban Femisida Sepanjang 2023

Seorang pedemo menunjukkan poster bertulikan stop kekerasan terhadap perempuan di DPR Aceh, Banda Aceh, 23 Desember, 2023. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP)
Seorang pedemo menunjukkan poster bertulikan stop kekerasan terhadap perempuan di DPR Aceh, Banda Aceh, 23 Desember, 2023. (Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP)

“Kemudian, ayahnya memerintahkan anak laki-lakinya atau saudara dari anak perempuan ini untuk melakukan penganiayaan sampai dia meninggal. Tentu ini didasarkan nama baik keluarga,” jelas Siti Aminah Tardi.

Sepanjang 2023, kasus femisida di Indonesia terbanyak adalah femisida intim, yaitu sebanyak 109 kasus; disusul oleh femisida non-intim sebanyak 15 kasus dan bunuh diri akibat kekerasan berbasis gender sebanyak 12 kasus. Jumlah korban terbesar adalah istri, yaitu 72 orang, diikuti oleh pacar (33 orang) dan mantan pacar (9 orang).

Bacaan Lainnya

Motif tertinggi pelaku adalah cemburu, ketersinggungan maskulinitas, kekerasan seksual, dan menolak perceraian atau pemutusan hubungan.

Komnas Perempuan tidak menjelaskan apakah tren femisida cenderung meningkat atau menurun. Namun, dalam pemantauan media daring sebelumnya, Komnas Perempuan menemukan ada 307 kasus pembunuhan perempuan yang diduga femisida dari Juni 2021 hingga Juni 2022. Sebanyak 84 kasus atau 27,36 persen dari total kasus femisida adalah femisida intim.

Butuh Kepekaan Masyarakat

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ema Rahmawati mengungkapkan dibutuhkan kepekaan aparat penegak hukum untuk mencegah terjadinya femisida sejak diterimanya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan perlindungan sementara kepada korban kekerasan.

Total Views: 919

Pos terkait