“Berdasarkan hasil ST2023, petani milenial yang berumur 19–39 tahun, baik menggunakan maupun tidak menggunakan teknologi digital, sebanyak 18.616 orang. Sementara itu, petani yang berumur lebih dari 39 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 14.111 orang, dan petani yang berumur kurang dari 19 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 29 orang,” tutur Darwis.
Variabel lainnya yaitu Urban Farming yang merupakan praktik budidaya penyediaan produk pertanian di wilayah perkotaan, dimana terdapat adanya keterbatasan lahan yang menuntut masyarakat melakukan inovasi, seperti media tanam dengan polybag/pot, hidroponik, aquaponik, vertikultur, dan inovasi lainnya.
Jumlah RTUP Urban Farming di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 142 rumah tangga. Sementara itu, UTP Urban Farming di Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan hasil ST2023 sama dengan jumlah RTUP Urban Farming sebanyak 142 unit.
“Kemudian Jumlah RTUP Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan sebesar 2,17 persen dibandingkan Tahun 2013 dari 50,23 ribu unit menjadi 51,32 ribu unit di Tahun 2023. RTUP Gurem meningkat cukup signifikan sebesar 25,11 persen menjadi 25,71 ribu unit dibandingkan Tahun 2013” katanya.
Rilis ST2023 ini juga dihadiri Asisten II Pemprov Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Barenlitbang Misni, Kepala Dinas KP2KH Rika Azmi, perwakilan OPD Pemprov Kepri, para Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Kepri. (*/am)
Editor: M Sarih






