Tanjungpinang, JurnalTerkini.id – Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau, Senin (4/12/2023) di Balairung Raja Ali Kelana, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, merilis hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) Tahap I.
Rilis ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kepri Darwis Sitorus dan dihadiri Sekdaprov Kepri Adi Prihantara.
“Rilis ini merupakan tahap pertama yang memuat karakteristik umum pertanian di Kepri. Sedangkan hasil rinci akan disampaikan pada April 2024,” kata Darwis.
Darwis dalam paparannya menyampaikan bahwa Sensus Pertanian digelar 10 tahun sekali, terakhir dilaksanakan pada 2013. Untuk ST2023, kata dia, tahapan persiapannya telah dimulai pada sejak 2021, dan saat ini sudah memasuki tahapan diseminasi ST2023.
Ada 7 subsektor yang diseminasi pada ST2023, antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan jasa pertanian.
Dijelaskannya pula, untuk variabel-variabel yang didiseminasikan dalam Diseminasi Hasil Pencacahan Lengkap ST2023 Tahap I, terdiri atas usaha pertanian dan rumah tangga usaha pertanian (RTUP), demografi pengelola usaha pertanian, lahan yang dikuasai, petani gurem, petani milenial, urban farming, dan komoditas utama.
Dia juga menguraikan hasil pencacahan sesuai variabel-variabel yang ditetapkan, antara lain untuk jumlah usaha pertanian di Kepri sebanyak 81.135, menurun 1,14 persen dibanding 2013 yang berjumlah 82.074.
Untuk jenis usaha pertanian, tuturnya, terbagi tiga, pertama Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 81.006 unit, menurun 1,25 persen dibandingkan 2013 yang berjumlah 82.028 unit.
“UTP paling banyak berada di Kabupaten Karimun, yaitu sebanyak 18.939 unit atau 23,38 persen, dan paling sedikit di Kota Tanjungpinang berjumlah 2.520 unit atau 3,11 persen dari total UTP di Kepri,” katanya.






